Ilustrasi: Foto: sekolah.data.kemdikbud.go.id)

Oleh: Osadhani Rahma Pemila (Penerima Manfaat Bakti Nusa 8 Semarang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pragota. Pelabuhan di pesisir utara Pulau Jawa yang cukup terkenal pada abad ke 8 Masehi. Dahulu, Pragota menjadi salah satu tonggak ekonomi Kerajaan Mataram Kuno yang di sisi wajahnya dihiasi pulau-pulau kecil nan indah.

Meskipun namanya tidak se-masyhur Sunda Kelapa, namun keberadaaan Pragota menjadi kunci bagi para pelaut yang akan singgah ke Jawa Tengah.

Sayang sekali, di abad ke 10, Pragota ditinggalkan seiring berakhirnya kejayaan Mataram Kuno. Pelabuhan yang kian lama kian berubah bentuk akibat proses sedimentasi itu, akhirnya berubah nama menjadi Bergota.

Siapa sangka, Bergota yang dulunya pelabuhan, kini justru menjadi bukit yang menjulang tinggi di tengah landainya dataran pesisir Semarang. Bukan bukit pasir, bukit bunga, bukit bintang, apalagi bukit cinta.

Bergota zaman sekarang adalah bukit yang terkenal sebagai Bukit Nisan terbesar di pusat Kota Semarang, tepatnya di selatan Tugu Muda.

Barisan nisan yang terpampang jelas setiap kali menikmati indahnya langit Tugu Muda, menjadi pengingat bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (QS. Ali Imran: 185).

Sore itu, di bawah silaunya sinar senja, aku berhenti di belakang garis putih lampu merah Tugu Muda. Ku tatap nanar, seorang bocah 10 tahun yang dengan baju lusuhnya menghampiriku dengan tangan mengadah. Raut wajahnya memelas, seakan jika tak kuberi dollar hari ini, dia tak akan hidup keesokan harinya.

BACA JUGA  60 Aktivis Mahasiswa Siap Menjadi Pemimpin Milenial

LEAVE A REPLY