Ilustrasi. (Foto: makmalpendidikan.net)

Oleh: Nadia Karimah (PM Bakti Nusa 9 Bandung)

ZNEWS.ID JAKARTA“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

Doa Nabi Sulaiman, yang terpatri dalam surah Shad ayat 35, bisa jadi membingungkan. Mengapa seorang nabi meminta dunia, di saat yang lain meminta untuk dijauhkan dari dunia.

Bahkan bukan sembarang dunia, melainkan meminta kerajaan yang teramat besar kekuasaannya. Lalu, Allah pun mengabulkannya. Apa maknanya?

Meyakini bahwa setiap nabi punya zaman dan tugasnya sendiri. Meyakini bahwa ada bakat yang Allah titipkan guna berperan dengan sebaik-baiknya peran.

Nabi Sulaiman, Allah berikan bakat yang luar biasa dalam hal kepemimpinan, yang dengannya menghadirkan sebaik-baik manfaat juga kebaikan. Apa yang Nabi Sulaiman minta adalah atas ‘kesadaran’ akan bakat-bakat yang dimilikinya. Meminta karena ia tahu ada kemaslahatan besar di sana.

Bahwa sesungguhnya doa ini memberikan pelajaran untuk tidak menjauhi dunia. Sebab, dunialah tempat kita beramal, bekerja, dan bermuamalah.

Meletakkan dunia di tangan, bukan di hati. Sebab, hanya dunialah yang menjadi satu-satunya jalan juga bekal untuk menuju akhir tujuan kehidupan.

LEAVE A REPLY