“Intinya adalah membuat orang mulai berbicara,” kata Osaka pada upacara penghargaan.

Kemenangan Osaka saat ini datang dalam kondisi yang sangat berbeda dari gelar pertamanya di New York pada 2018.

Sebelumnya, di final itu, dia mengalahkan Serena Williams dalam pertandingan straight-set yang kacau yang berubah menjadi buruk ketika Williams bentrok di Stadion Arthur Ashe dengan ketua wasit Carlos Ramos, yang menyebut Williams melakukan tiga pelanggaran kode etik.

Penonton yang memihak Williams saat itu mencemooh Osaka hingga membuat petenis Jepang itu menangis di saat menerima pengharaan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Osaka yang sempat ketinggalan di set awal dari Azarenka, menjadi petenis pertama dalam 26 tahun terakhir yang memenangkan final tunggal putri AS setelah kalah pada set pertama.

Pemain terakhir yang meraihnya adalah Arantxa Sánchez Vicario, yang bangkit untuk mengalahkan Steffi Graf pada tahun 1994.

 

Editor: Dhany

Sumber: New York Times

BACA JUGA  Raih Gelar US Open, Raducanu Juara Grand Slam Pertama dari Petenis Kualifikasi

LEAVE A REPLY