Ilustrasi rekayasa genetika. (Foto: interestingengineering.com)

Oleh: Erwin Fajar Hasrianda MSc (Peneliti Genetika pada Pusat Penelitian Biologi LIPI)

ZNEWS.ID JAKARTA – DNA merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai cetak biru pembentukan fungsi tubuh makhluk hidup dan pewarisan sifat dari generasi ke generasi. Mengubah DNA berarti mengubah tubuh dan fungsi biologi organisme.

Era susunan DNA alami yang telah ada semenjak jutaan, bahkan milyaran tahun lalu ketika organisme sel tunggal pertama kali ada di muka bumi. Kini, tengah di ambang perubahan masif.

Belakangan, ilmuwan biologi telah berhasil mengkreasikan variasi tambahan ragam senyawa baru diluar senyawa DNA alami yang ada di planet ini.

Kode DNA adalah buku pedoman dalam menciptakan tubuh makhluk hidup mana pun. Atas fungsi mendasar ini, dapat dikatakan bahwa DNA adalah satuan terkecil inti kehidupan.

Menarik untuk digarisbawahi bahwa dari sekian banyak jenis kehidupan dan variasi genetik yang diketahui di bumi, seluruh DNA organisme ternyata hanya dibentuk dari kombinasi variasi empat ragam senyawa basa nucleotida saja, yaitu basa nucleotida Adenin (A), Guanin (G), Citosin (C) dan Timin (T).

Tiap basa nucleoutida akan saling berpasangan dan membentuk rantai panjang DNA yang berbentuk double helix. Variasi dalam urutan alfabet rantai DNA inilah yang membentuk seluruh hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan segala kehidupan di planet ini.

Kini, telah berhasil disintesis ragam basa nukleotida buatan sebagai tambahan senyawa baru di luar basa nucleotida GATC tersebut.

BACA JUGA  Gandeng Dompet Dhuafa, DJP Jaksel II Salurkan 1.000 Paket Sembako

LEAVE A REPLY