Salah satu relief karya seniman Harijadi Sumodidjojo terpajang di bekas Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: ANTARA/Astrid Habibah)

ZNEWS.ID JAKARTA – Soekarno tak hanya dikenal sebagai bapak pendiri bangsa. Presiden pertama Indonesia ini dikenal memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni. Sudah tak terbilang banyaknya ide-ide seni yang telah diwujudkan dalam bentuk bangunan modern atau karya seni lainnya dengan cita rasa tinggi.

Salah satunya adalah pahatan dalam bentuk relief di tembok beton yang dulu berada ruang tunggu VIP Bandar Udara (Bandara) Internasional Kemayoran, Jakarta. Kini, Bandara Kemayoran sudah tidak lagi beroperasi.

Dilansir dari indonesia.go.id, Jumat (11/9/2020), ide pembuatan karya seni relief ini didasari oleh kenyataan bahwa Bandara Kemayoran saat itu merupakan pintu gerbang Indonesia. Sebagai wajah Indonesia yang pertama kali dilihat oleh penumpang asing, maka bandara yang resmi beroperasi pada 6 Juli 1940 ini perlu menunjukkan identitas dan budaya Indonesia.

Terlebih lagi sejak era pascakemerdekaan, kegiatan di bandara seluas 454 hektare ini semakin ramai terutama sejak menjadi bandara transit menuju Australia.

Penumpang rute penerbangan intenasional yang singgah untuk transit banyak meluangkan waktu bersantai di ruang tunggu VIP sebelum melanjutkan penerbangan. Ruang tunggu VIP ini sendiri berbentuk bangunan dua lantai dipenuhi koleksi mebel berukiran. Lokasinya berada di Terminal A.

Karya relief ini merupakan produk seni pahatan modern pertama di Indonesia yang langsung dikerjakan di atas wadah tembok beton. Relief dipilih karena adanya ketersediaan dinding yang besar dan bisa dikerjakan secara kolektif oleh seniman.

Selain itu, relief lebih awet dan tahan terhadap cuaca serta suhu sehingga cocok sebagai karya seni di ruang publik Bandara Kemayoran.

LEAVE A REPLY