Ilustrasi UKM berorientasi ekspor . (Foto: pertanian.go.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salah satu upaya pemerintah agar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan membantu UKM berorientasi ekspor dengan pembiayaan (kredit modal kerja atau reinvestasi) pelatihan dan pembinaan. Seperti, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (Dirjen PPR), Luky Alfirman, mengatakan bahwa LPEI sebagai pelaksana harus selalu kreatif dan inovatif membantu ekspor UMKM untuk bisa mengcover UMKM.

Mencakup UMKM terdampak, melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder aktif, melakukan pembinaan dan pelatihan UMKM yang memiliki potensi ekspor.

“Tujuannya untuk membantu UKM yang berorientasi ekspor mendapatkan kredit modal kerja ataupun reinvestasi agar mampu meningkatkan daya saing dalam percaturan industri internasional maupun nasional,” kata Luky, di Jakarta, Selasa, (8/9/202020), dilansir dari laman Kemenkeu.

Melalui LPEI, pemerintah memberi penugasan khusus untuk meningkatkan ekspor UMKM. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, Kemenparekraf, KemenkopUMK, meluncurkan program penugasan khusus secara formal dengan menerbitkan KMK 372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam rangka Mendukung sektor UMKM berorientasi Ekspor.

Program PKE disediakan dalam bentuk fasilitas pembiayaan dengan persyaratan dan suku bunga yang ringan. Dengan fasilitas pembiayaan ini, pemerintah berharap untuk dapat meningkatkan daya saing UKM serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri melalui peningkatan ekspor Indonesia

BACA JUGA  Promosi Dagang Berhasil, Kementan Tingkatkan Ekspor Produk Hortikultura

LEAVE A REPLY