Pesantren Mualaf Dompet Dhuafa programkan Mualafpreneur untuk bantu para mualaf binaan keluar dari tekanan ekonomi. (Foto: ddhk.org)

ZNEWS.ID JAKARTA — Pimpinan Pesantren Mualaf Dompet Dhuafa Bintaro, Ustaz Fajar Shofari Nugraha, mengatakan bahwa faktor tekanan ekonomi yang dialami para mualaf menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam membina mereka. Sebab, dengan kondisi tersebut, mereka menjadi sangat sensitif dan mudah tersulut emosinya.

“Untuk itu, pesantren memiliki program Mualafpreneur, yakni program pendampingan bakat dan minat usaha para mualaf. Salah satunya, melalui pembukaan Kedai Mualaf Sektor 9 di lingkungan Pesantren Mualaf Bintaro. Mereka yang kelola, kami memberikan pendampingan usaha,” kata Fajar.

Meski begitu, setiap hari pesantren memberikan dukungan finansial buat para mualaf yang membutuhkan. Baik untuk kebutuhan dana pendidikan, atau untuk kebutuhan ekonomi.

Para muallaf yang memiliki ketrampilan tertentu juga dihubungkan dengan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa yang berlokasi di Karawaci, Tangerang, Banten.

Institut Kemandirian sendiri mengasah ketrampilan peserta, mencakup mekanik, teknisi HP, tata boga, tata busana, dan ketrampilan lainnya. Salah satu yang sudah dihubungkan, seorang mualaf bernama Abdullah.

“Beliau mantan chef (juru masak) di Hotel JW Marriot dan Hotel Sahid, menjadi guru di sana,” ujar Fajar.

Ustaz Husnul Muttaqin, Pembina harian Mualaf di Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa Bintaro, menjelaskan bahwa masalah himpitan ekonomi terkadang muncul sebagai dampak dari perlakuan keluarga mereka, setelah memeluk agama Islam.

BACA JUGA  Mereka yang Berhak Menerima Zakat

LEAVE A REPLY