Warga melakukan evakuasi pengungsi etnik Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Kecamatan Syantalira Bayu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (25/6/2020). (Foto: Antara/Rahmad)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Tepat hari ini, Selasa (25/8/2020), Minoritas Muslim Rohingya memperingati tiga tahun tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan militer Myanmar.

Kekerasan di negara bagian Rakhine barat, Myanmar, yang dimulai pada 25 Agustus 2017, menyebabkan perpindahan massal, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap komunitas paling teraniaya di dunia dan memicu protes internasional.

Karena berada dalam situasi pandemi, kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan Rohingya diadakan secara daring.

“Rohingya dan mereka yang berdiri dalam solidaritas dengan mereka, akan menandai tahun ke-3 genosida Myanmar, dalam unjuk rasa online multibahasa pertama di dunia,” kata Koalisi Rohingya Bebas, sebuah jaringan aktivis global, dalam sebuah pernyataan, Jumat lalu.

Acara ini mempertemukan puluhan pendukung internasional termasuk pejabat PBB, aktivis hak asasi manusia, cendekiawan genosida, pakar hukum internasional dan jurnalis terkait dari semua benua.

“Mereka bergabung dengan para penyintas dan pengungsi Rohingya untuk mengenang dan menghormati ribuan korban yang dibantai, diperkosa dan disiksa dalam pembersihan dengan kekerasan oleh pasukan pemerintah Myanmar, yang dimulai pada 25 Agustus 2017,” tambah pernyataan itu seperti dikutip dari Anadolu Agency.

BACA JUGA  Terkait Genosida Rohingya, Militer Myanmar Klaim Lakukan Peyelidikan

LEAVE A REPLY