Danau Tempe. (Foto: wikipedia.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan revitalisasi 15 danau kritis di Indonesia menjadi prioritas nasional untuk ditangani. Salah satunya adalah Danau Tempe di Sulawesi Selatan yang mengalami sedimentasi dan banjir dengan  periode cukup lama.

“Pendekatan riset yang integratif dan holistik dapat diimplementasikan dengan berbagai modifikasi pada kasus Danau Tempe,“ terang Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko, dikutip dari laman LIPI, Minggu (23/8/2020).

Handoko menerangkan, LIPI melaui  Pusat Penelitian Limnologi akan membantu meneliti ekosistem air. Selain itu juga embantu masyarakat sekitar danau untuk menyelesaikan problem dari polusi di sana, melestarikan benih ikan, dan menunjang kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi Danau Tempe.

“LIPI diharapkan dapat memberikan solusi karena apapun yang terjadi  dengan tata kelola dan upaya pelestarian sumber daya alam, termasuk danau, pasti beririsan dengan aspek ekonomi, aspek sosial, dan budaya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI, Fauzan Ali, menyatakan bahwa permasalahan yang terjadi di Danau Tempe adalah sedimentasi.

“Rekomendasi alternatif dari permasalah di Danau Tempe adalah dengan revitalisasi berbasis daya dukung ekosistem untuk mengembalikan fungsi habitat. Dengan mempertahankan atau memperluas genangan tidak permanen dan memperdalam genangan permanen. Sehingga, ekosistem sektor perikanan terjaga,” tuturnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sudirman, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi terkait pengelolaan Danau Tempe adalah adanya peningkatan curah hujan akibat kecenderungan peningkatan suhu udara minimum dan maksimum. Sehingga, mengakibatkan peningkatan banjir.

BACA JUGA  LIPI: Perlu Modal Sosial dalam Pencegahan Penyebaran Virus Corona

LEAVE A REPLY