Dompet Dhuafa membantu kebutuhan modal usaha para pedagang kecil guna menunjang aktivitas perekonomian yang sedang mereka jalankan. (Foto: LPM DD)

ZNEWS.ID TANGSEL – Masyarakat Indonesia saat ini sedang menerapkan era normal baru yang ditandai dengan menggeliatnya kembali aktivitas mereka. Sebelumnya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini berdampak pada sektor sosial dan ekonomi. Penurunan pendapatan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi faktor utama yang menjadi permasalahan.

Solusi alternatif yang bisa dilakukan oleh mereka yang terkena dampak dari pandemi dan kebijakan pembatasan sosial salah satunya adalah berdagang.

Berdagang menjadi pilihan utama, karena selain tak membutuhkan dana besar, masyarakat juga terbiasa melakukan marketing secara daring melalui media sosial, ataupun secara offline dengan menyasar masyarakat sekitar sebagai konsumen.

Seperti halnya yang dilakukan Winda Astri (24) yang memilih berdagang minuman anak-anak dan aneka jajanan anak.

Momentum anak-anak yang bersekolah secara online dimanfaatkan Winda untuk membuka lapak dagangan depan rumahnya di Jalan Haji Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Hal itu dia lakukan demi membantu suami yang terkena pengurangan gaji di kantornya.

“Karena, kan, suami lagi terkena imbas pemotongan gaji. Buat nambah-nambah bayar kontrakan sama makan, ya, saya inisiatif saja dagang jajanan anak-anak. Kebetulan mereka pada gak sekolah, belajarnya di rumah,” ujar ibu 2 anak saat ditemui tim Dompet Dhuafa belum lama ini.

Kondisi serupa juga dirasakan Lutfi Ansori, Pemuda 35 tahun yang terkena PHK pada Maret lalu. Ia memilih membuka warung kopi dan aneka makanan cepat saji secara sederhana di gang sempit Jalan Aria Putra, Pamulang, Tangerang Selatan.

Sadar akses rumah terbatas dan tak cukup ruang untuk menarik konsumen, Lutfi memasang jasa pemesanan makanan via aplikasi ojek online. Kemampuan menerapkan teknologi ia peroleh dari tempat kerjanya dahulu yang bergerak di bidang properti.

BACA JUGA  BMW Car Clubs Salurkan Paket Sembako untuk Korban PHK

“Dalam masa sulit seperti ini, kita harus pintar-pintar cari peluang. Apa aja dilakukan asal halal dan tak merugikan orang. Alhamdulillahnya lagi, waktu di properti saya familiar sama pemasaran online”, ujar pria asal Demak, Jawa Tengah tersebut.

Baik Winda maupun Lutfi, mengaku jika penghasilan yang mereka dapatkan terbilang lumayan. Per hari, mereka bisa mengantongi penghasilan bersih antara Rp 80.000 – Rp 100.000.

Jumlah yang cukup untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokok dan tempat tinggal mereka yang masih mengontrak.

Melihat perjuangan mereka yang sedang berjuang menghidupi keluarga di masa sulit dan senantiasa berikhtiar mencari penghasilan yang halal, Dompet Dhuafa membantu kebutuhan modal usaha mereka guna menunjang aktivitas perekonomian yang sedang mereka jalankan.

Oleh: Riky Reynaldi
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY