Telinga kiri Zahra membutuhkan alat bantu dengar 90 desibel. (Foto: DD Sumsel)

ZNEWS.ID PALEMBANG – Azzahra Nafia Rahmad, anak kedua dari pasangan Suparno dan Aisyah ini terlahir tidak seperti anak normal lainnya. Zahra mengalami gangguan pendengaran atau Tunarungu sejak lahir.

Tak hanya mendengar, anak berusia 6 tahun ini juga sempat mengalami kesulitan berjalan. Sejak usia 2 sampai 3 tahun, Zahra menjalani terapi berjalan. Menginjak usia 3 tahun sampai sekarang, Zahra menjalani serangkaian terapi bicara.

“Zahra hanya bisa bilang ‘Papa’ saja, itu pun jarang sekali,” kata Ibu Zahra, dengan mata berkaca-kaca saat dijumpai di kediamannya, Selasa (14/7/2020).

Satu kata yang sudah dinanti selama empat tahun itu membuat kedua orang tuanya sangat bahagia. Pertama kali kata itu terucap, air mata bahagia langsung menetes dari pelupuk mata ibu dan ayahnya.

“Kami saat itu sangat senang sekali, kami langsung menangis dan memeluk anak kami. Kami semakin bersemangat untuk mengajarinya bicara,” ungkap sang bunda, sembari menyeka air matanya.

Kesulitan bicara yang dialami putrinya lantaran Zahra tidak bisa mendengar. Ia butuh alat bantu dengar yang harganya “selangit”.

“Sepasang alat bantu dengar ini sebesar Rp 25 juta. Alat bantu dengar ini berbeda dengan yang biasa dipakai lansia,” kata warga Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan ini.

Sang suami yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan membuat Zahra harus bersabar menanti sang ayah mengumpulkan uang.

Namun, meski telah berusaha menabung, tingginya kebutuhan hidup membuat alat bantu dengar ini tak kunjung bisa mereka penuhi.

Kedua orang tua Zahra akhirnya memutuskan meminjam uang untuk membelikan satu alat bantu dengar untuk telingga kanan dengan ukuran 80 desibel. Sementara untuk alat bantu dengar di telingga kiri, masih belum mampu mereka beli.

BACA JUGA  DD Sumsel Distribusikan Ribuan Hygiene Kit dan 15 Thermometer Gun

“Satu alat bantu dengar dengan ukuran 90 desibel untuk telingga kirinya, kalau harga normalnya sebesar Rp 11.500.000, dan alat pengering Rp 1.500.000,” jelasnya.

Alat bantu dengar ini sangat dibutuhkan Zahra. Karena, kini ia sudah masuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kebun Bungga. Lokasinya cukup jauh dari rumahnya. memang cuma di sekolah ini saja gratis.

“Kami percaya dan yakin, Zahra bisa tumbuh menjadi seperti anak lain. Tapi, memang perlu alat bantu dengar sehingga ia bisa mendengar semakin banyak kosa kata. Kami sebagai orang tua sangat berharap ada orang yang mau menyisihkan rezekinya untuk anak kami,” ucap Aisyah, penuh harap.

Sahabat bisa membantu Zahra agar dunianya tak lagi sepi. Dia butuh uluran tangan kamu agar bisa mendengar lagi.

Yuk, bantu Zahra dengan cara mentransfer ke BNI Syariah: 9696.933.56 atau Mandiri: 113.000.765.3474 A.n. Dompet Dhuafa Republika. Tambahkan kode donasi 5 di ujung donasinya. Misal Rp 500.005. Konfirmasi dan Informasi 0811 7811 440.

Oleh: Zal
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY