Ketua THK Dompet Dhuafa, Zainal Abidin, melakukan quality control guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan sesuai syariat. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dompet Dhuafa selalu melakukan yang terbaik demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Begitu pun kepada para pekurban yang telah memercayakan hewan kurbannya kepada Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa tidak ingin ibadah yang tengah dijalani para pekurban sia-sia. Demi menjaga keberkahan ibadah mereka, Dompet Dhuafa melalui Tebar Hewan Kurban (THK) 2020 terus melakukan pemantauan kepada para mitra peternak. Agar, hewan kurban yang dipercayakan umat sesuai standar dan syariat yang telah ditetapkan.

Banyak hal yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dalam menjaga kualitas hewan kurban para pekurban. Salah satunya melakukan quality control hewan kurban di sentra ternak mitra Dompet Dhuafa.

“Kesehatan hewan kurban selalu kita pantau,” kata Zainal Abidin, Ketua Panitia Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa 2020, dalam talkshow yang digelar ZTV via daring dengan tema Yang Muda Yang Berkurban, Sedekah di Saat Wabah, yang disiarkan di YouTube Channel ZTV.ID, Kamis (16/7/2020).

Zainal mengatakan bahwa Dompet Dompet memiliki tim quality control (QC), tim monitoring, dan tim evaluasi yang tugasnya memastikan hewan kurban di semua sentra ternak mitra Dompet Dhuafa memenuhi syarat.

“Baik itu syarat kesehatan maupun syarat syariatnya. QC dilakukan dua minggu sebelum dan saat hewan disembelih,” kata Zainal.

Berdayakan 15 Sentra Ternak di Seluruh Pelosok Indonesia

Dompet Dhuafa memiliki 15 sentra ternak yang tersebar di berbagai pelosok daerah di Indonesia. (Foto: Donpet Dhuafa)

Dompet Dhuafa memiliki 15 sentra ternak yang tersebar di berbagai pelosok daerah di Indonesia. Masing-masing sentra ternak dipercaya memelihara 2.000 ekor hewan kurban.

“Kita meminta mereka memelihara lebih dari 2.000 ekor, untuk mengantisipasi kemungkinan hewan yang sakit atau mati,” ujarnya.

Saat ini, tim QC sudah berangkat ke sentra-sentra ternak yang ada di berbagai daerah. Mereka akan melakukan cek dan ricek terkait berat, jumlah, dan kualifikasi hewan-hewan ternak di sana.

BACA JUGA  Jaga Amanah Pekurban, Tim QC THK Dompet Dhuafa Menyusuri Lampung

“Hewan harus jantan, berat harus memenuhi syarat, tidak cacat, dan memenuhi syariat,” terang Zainal.

Dompet Dhuafa, kata dia, tidak menoleransi adanya kesalahan-kesalahan dalam hal ini. Jika ketahuan, tindakan tegas akan dilakukan. Mitra akan diganti.

“Semakin lama, kita semakin banyak menerima amanah. Kami tidak ingin mengecewakan mereka, para donatur, pekurban, dan mustahik,” tuturnya.

Pada saat penyembelihan pun, Dompet Dhuafa tidak menyerahkan sepenuhnya kepada mitra. Ada tim pengawas yang akan mendampingi.

“Kami punya tim pengawas. Tim monitoring dan evaluasi akan hadir di lokasi. Mereka yang akan jadi penentu hewan tersebut boleh disembelih atau tidak berdasarkan kualifikasi yang ada pada tim THK DD,” kata dia.

Tim THK dan Mitra Peternak Wajib Tes Rapid

Dompet Dhuafa memeriksa kesehatan mitra peternak. (Foto: Dompet Dhuafa)

Tidak hanya hewan kurban saja yang menjadi fokus Dompet Dhuafa, kesehatan para mitra peternak dan tim THK juga tak luput dari perhatian. Mereka wajib menjalani tes rapid.

“Mitra peternak dan tim juga menjalani tes rapid. Ini dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka. Kualitas hewan dijaga, kesehatan tim dan mitra peternak juga,” tutur Zainal.

Saat proses penyaluran pun, Dompet Dhuafa akan menerapkan protokol kesehatan. Dengan menerjunkan tim untuk mengantar langsung daging kurban ke para penerima manfaat. Ini dilakukan guna menghindari kerumunan.

“Kita juga menghindari penggunaan kantong plastik atau mika. Kita menggunakan besek dari bambu, daun jati, atau daun pisang. Sehingga, lebih ramah lingkungan,” katanya.

Sementara, terkait sebaran distribusi daging kurban, Zainal menjelaskan bahwa THK Dompet Dhuafa sudah memiliki data by name by address berdasarkan nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) para calon penerima manfaat.

“Wilayah distribusi sudah kami atur. Sebanyak 70 persen akan kami salurkan di Pulau Jawa, di daerah-daerah yang sudah kami teliti bahwa di situlah kantong-kantong kemiskinan berada. Kami juga menempatkan sentra-sentra ternak di dekat wilayah itu. Sehingga, biaya transportasinya rendah,” terangnya.

BACA JUGA  THK Dompet Dhuafa Satukan Toleransi Beragama di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Sedangkan, sisa 30 persennya lagi akan disalurkan ke luar Pulau Jawa. Dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, Maluku, hingga Papua.

“Jadi, insyaallah, hampir seluruh wilayah Indonesia akan terjangkau oleh THK Dompet Dhuafa,” katanya.

Fokus Tebar Daging Kurban di Indonesia

Tahun ini Dompet Dhuafa memutuskan untuk fokus menebar daging kurban di dalam negeri. (Foto: Dompet Dhuafa)

Tahun lalu, THK Dompet Dhuafa mendistribusikan daging kurban hingga ke luar negeri, khususnya ke negara konflik seperti Rohingya, Palestina, dan Suriah.

Tahun ini, melihat kondisi saat ini, Dompet Dhuafa memutuskan untuk fokus menebar daging kurban di dalam negeri.

“Karena kita prihatin terhadap pandemi yang terjadi di dalam negeri, jadi kita fokuskan dulu seluruhnya untuk dalam negeri,” kata Zainal.

Namun, tidak menutup kemungkinan jika nantinya daging kurban akan sampai kepada mereka yang membutuhkan di luar negeri.

“Kalau nanti misalnya, 37 ribu target sudah tercapai, dan kita masih punya stok, mungkin akan kita pikirkan untuk disalurkan ke luar negeri,” ujarnya.

Namun, kata Zainal, Dompet Dhuafa tetap harus minta persetujuan terlebih dulu ke para pekurban bahwa daging kurbannya akan disalurkan ke sahabat yang membutuhkan di luar negeri.

Sementara, untuk proses pendistribusian daging kurban di dalam negeri, Dompet Dhuafa akan melibatkan 200 cabang yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

“Mereka akan membantu menyalurkan sampai ke pulau-pulau terluar di Indonesia. Teman-teman itulah yang nantinya akan menyalurkan daging hewan kurban ke dhuafa yang berada di daerah terpencil dan terluar di Indonesia,” pungkas Zainal.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY