Kambing-kambing pekurban yang melalui Dompet Dhuafa Sumsel terus diberikan makan tiga sampai lima kali sehari. (Foto: DD Sumsel)

ZNEWS.ID PALEMBANG – Sebanyak 70 kambing pekurban dipelihara Heriyanto bersama tiga peternak lainnya di Desa Rejo Dadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Sampai waktu penyembelihan hewan kurban tiba, kambing-kambing itu terus diberikan makan tiga sampai lima kali sehari.

Rumput segar yang diambil dari alam bebas membuat kambing-kambing ini lebih gemuk atau bertambah beratnya. Mengingat, Iduladha 1441 Hijriah masih 17 hari lagi.

“Kambing-kambing pekurban yang melalui Dompet Dhuafa Sumsel juga kita berikan vitamin dan antibiotik,” ujar Heriyanto, Mitra Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel), Senin (13/7/2020).

Vitamin, kata dia, akan membuat kambing tetap sehat dan tidak stres. Sementara, antibiotik untuk mengatasi kambing yang mungkin terkena penyakit kurap, gatal-gatal, atau sakit mata sehingga bisa sembuh.

“Sesekali, kambing juga dikeluarkan dari kandangnya supaya mereka tetap sehat dan tidak stres,” terangnya.

Heriyanto juga memastikan jika kambing-kambing yang ia pelihara memenuhi syarat untuk menjadi kurban. Mulai dari usia kambing, berat kambing, kesehatan, dan fisik seperti kambing cacat atau tidak, serta syarat lainnya.

“Dompet Dhuafa Sumsel pun secara langsung sudah memeriksa satu per satu kambing pekurban,” ujarnya.

Heriyanto menjelaskan bahwa dalam pemeliharaan, pihaknya memberdayakan penduduk setempat. Hewan kurban di Dompet Dhuafa Sumsel, kata dia, tidak hanya memberikan kebermanfaatan bagi dhuafa penerima kambing kurban.

“Tapi, juga bagi peternak di pedesaan dan warga di Desa Rejo Dadi,” tuturnya.

Tim Quality Control Donpet Dhuafa Sumsel sendiri telah memeriksa kambing kurban standar dengan berat 23-28 kg dan premium 29-33 kg.

Dompet Dhuafa Sumsel bersama mitra kerja dan peternak, menimbang satu per satu kambing yang akan dikurbankan guna memastikan kecukupan umur, kesehatan, tidak cacat, tidak buta, pincang, dan tidak kurus.

Oleh: Zal
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY