Live Halaqah Syariah Bulanan, Fikih Kurban. (Foto: Romy)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Dalam agenda Halaqah Syariah Bulanan yang diinisiasi Dompet Dhuafa bulan Juni 2020 dengan tema Fikih Kurban. Ketua Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa, Prof Dr Muhammad Amin Suma menjawab keresahan kepada masyarakat terkait dengan pembelian hewan kurban menggunakan dana hutang atau kartu kredit.

“Kalau dia (pekurban) kreditnya semata-mata karena alasan teknis kalau menurut saya bisa diperbolehkan, tetapi maaf kalau dipaksakan misalnya sampai menggadaikan sawah, sampai berhutang, hal itu rasanya kurang elok,” ucap Prof Dr Muhammad Amin Suma dalam live webinar, Selasa (30/6/2020).

Ia menambahkan dalam ilmu fikih, ibadah kurban hukumnya yaitu sunah muakkad. Hal tersebut sudah jelas artinya tidak perlu memaksakan, apalagi bagi yang sudah pernah.

“Bersabarlah dahulu saat belum mampu karena berlomba-lomba dalam hal hutang piutang itu tidaklah baik,” sambung Prof Amin Suma yang juga menjabat sebagai ketua komisi fatwa MUI.

Pada pernyataan lainnya seperti bagaimana hukumnya berkurban menggunakan uang digital, Prof Amin Suma menjelaskan sambil menunggu keseragaman, kesepakatan dimungkinkan dalam antisipasi waktunya bila perlu ditalangi dulu oleh kita (Dompet Dhuafa).

“Kita antisipasi sampai jam 00.00 malam tapi memang perkiraannya sudah matching, andaikata meleset atau kurang juga tidak besar, ini bukan spekulasi tapi untuk mengatasi hiruk pikuk administrasi yang agak sulit, itu dimungkinan tapi dengan catatan sudah diperhitungkan,” sambungnya.

Live Halaqah Syariah Bulanan, Fikih Kurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

Seperti diketahui, Program Tebar Hewan Kurban (THK) menargetkan menebar 30.000 ekor domba atau kambing dan 1.000 ekor sapi dari para pekurban. Target tersebut akan tersebar baik di dalam dan luar negeri. Sebaran distribusi tetap mencakup seluruh wilayah di tanah air yang telah teridentifikasi sebagai kawasan mustahik, yang membutuhkan daging kurban.

Sekitar 60-70 persen hewan kurban akan didistribusi di Pulau Jawa, yang memang menjadi kawasan padat penduduk di Indonesia. Kemudian 20-30 persen lainnya didistribusikan di pulau-pulau lainnya, di luar Pulau Jawa. Tak lupa pula, sebagian sebaran hewan kurban juga akan menjangkau negara-negara lain, seperti kawasan Afrika dan Palestina. Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas kesulitan yang dihadapi sesama muslim di negara lain.

LEAVE A REPLY