Aksi Wound Care Volunteer, salah satu kegiatan dalam program palliative care (palliacare) Dompet Dhuafa. (Foto: LKC DD Jateng)

ZNEWS.ID PURWOKERTO – Kesehatan menjadi sektor paling terdampak di masa pandemi Corona saat ini. Sudah lebih dari 10 juta orang terinfeksi virus yang menyerang sistem pernapasan itu di seluruh dunia.

Sementara, berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Minggu (28/6/2020), jumlah kasus positif Corona di Indonesia mencapai 54.010 jiwa.

Virus Corona membuat masyarakat dilema. Terlebih bagi mereka yang memerlukan perawatan luka berkelanjutan. Banyak yang tidak dapat kontrol ke rumah sakit karena keterbatasan akses dan khawatir akan terinfeksi Corona.

Apalagi, sebagian dari mereka sudah tidak dapat beraktivitas normal. Mereka hanya berbaring di tempat tidur dan memerlukan bantuan keluarga di lingkungannya.

Wound Care Volunteer hadir menjawab keluh kesah mereka yang memerlukan perawatan luka berkelanjutan di tengah Pandemi Corona. (Foto: LKC DD)

Menyikapi kondisi tersebut, Wound Care Volunteer, salah satu kegiatan dalam program palliative care (palliacare) Dompet Dhuafa hadir menjawab keluh kesah mereka.

Aksi ini melibatkan relawan tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat terlatih yang bekerja sama dengan kampus kesehatan di wilayah Jawa Tengah.

“Palliacare merupakan layanan komprehensif multidisipliner dengan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah kesehatan fase lanjut/terminal, melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh, pengelolaan nyeri, perawatan berkelanjutan serta masalah lain baik fisik, psikososial dan spiritual,” ujar Yeni Purnamasari MKM, General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, belum lama ini.

Layanan palliacare Dompet Dhuafa hadir di Jawa Tengah melalui LKC Jawa Tengah dengan enam kegiatan utama. (Foto: LKC DD Jateng)

Yeni menjelaskan, layanan palliacare Dompet Dhuafa hadir di Jawa Tengah melalui LKC Jawa Tengah dengan 6 kegiatan utama, yaitu layanan ambulans, layanan rumah singgah, home care dan home visit pasien, pelibatan volunteer kesehatan (wound care volunteer), pendampingan layanan rujukan faskes, dan bimbingan rohani pasien.

“Layanan ini hadir menjawab kebutuhan dhuafa yang memiliki sakit kronis, kanker stadium terminal yang membutuhkan perawatan, dhuafa yang tidak memiliki akses transportasi karena keterbatasan fisik dan dan ekonomi, tidak memiliki biaya perawatan luka dan lainnya dirumah yang tidak terjangkau, serta dukungan perawatan berkelanjutan oleh keluarga yang belum optimal,” terang Yeni.

Penerima manfaat layanan rumah singgah untuk pasien yang memerlukan rujukan sebanyak 37 pasien dengan diagnosa neuroblastoma, osteosarkoma, anemia aplastik, ca cervix, ca payudara, kanker otak, tumor telinga, dan kasus lainnya.

Sudah 236 pasien rawat luka yang dilayani Layanan palliacare Dompet Dhuafa. (Foto: LKC DD Jateng)

Ada 236 pasien rawat luka yang dilayani dengan kasus terbanyak rawat luka dekubitus akibat imobilisasi pasien post stroke, post kecelakaan lalu lintas, pasien kanker dan lainnya.

“Sebagian besar sudah tidak berdaya di rumah saja dan tidak mampu menjangkau fasilitas kesehatan. Apalagi di era pandemi Covid-19, ada kekhawatiran terinfeksi saat harus ke rumah sakit,” kata Yeni.

Permintaan perawatan luka di masa pandemi Covid-19 tidak hanya wilayah Purwokerto, tetapi juga dari luar kota seperti Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen.

“Masih banyak dhuafa yang membutuhkan bantuan. Uluran tangan dan kepedulian banyak pihak menjadi kekuatan untuk lebih banyak membantu sesama,” tutur Yeni.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY