Hydroxychloroquine. (Foto: AP Photo/John Locher)

ZNEWS.ID JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat (FAO) telah menghentikan pemakaian hidroksiklorokuin untuk pasien Covid-19. Keputusan tersebut berdasarkan hasil studi dari Oxford University di Inggris yang menjelaskan bahwa penggunaan obat tersebut tidak memberikan manfaat pada pasien virus Corona baru.

Namun, hingga saat ini, Indonesia masih menggunakan obat itu dengan izin edar khusus untuk keperluan darurat. Hal itu mempertimbangkan adanya perbedaan pada kondisi wilayah, kondisi pasien, dan perbedaan struktur jaringan virus yang ada di Indonesia dengan yang dilakukan penelitian di Inggris.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa saat ini penggunaan obat hidroksiklorokuin masih dapat digunakan secara aman untuk terapi pengobatan pasien Covid-19 di Indonesia.

“Untuk sementara waktu, kami masih memberlakukan emergency use othorization tersebut, masih digunakan dalam kondisi emergency,” kata Direktur Registrasi Obat BPOM, Rizka Andalucia, dalam keterangannya di Graha BNPB Jakarta, Senin (29/6/2020).

Saat ini, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sedang melakukan penelitian terhadap terapi obat hidroksiklorokuin untuk mengetahui efektivitasnya. BPOM akan menghentikan persetujuan atau izin edar khusus penggunaan obat tersebut apabila hasil penelitian dari PDPI menunjukkan hal yang sama dengan yang diteliti di Inggris.

Ketua PDPI, Dr Agus Dwi Susanto SpP, menyatakan bahwa hingga saat ini hidroksiklorokuin masih digunakan oleh dokter untuk terapi pasien Covid-19. Penggunaan obat itu, kata dia, merujuk pada hasil yang didapat pada beberapa kasus bahwa penggunaan hidroksiklorokuin memberikan respons yang lebih baik dan perawatan yang lebih singkat terhadap pasien Covid-19 dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi obat tersebut.

Agus menjelaskan bahwa penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin diberikan pada pasien rawat inap usia dewasa hingga 50 tahun, tidak ada masalah jantung, dan tidak timbul efek samping yang berat. Penggunaan obat ini harus dihentikan jika terjadi efek samping.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membeli dan menggunakan obat hidroklorokuin, klorokuin, dan deksametason secara mandiri tanpa resep dokter karena merupakan obat keras dan memiliki efek samping.

Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Antara

LEAVE A REPLY