Ilustrasi salat Iduladha. (Foto: ibtimes.co.uk)

ZNEWS.ID JAKARTA – Selain melaksanakan ibadah kurban, ada beberapa amalan sunah yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam. Amalan ini telah Rasulullah contohkan. Jika dilaksanakan dengan baik, banyak keutamaan yang kita dapat.

Berikut 9 amalan sunah Iduladha yang bisa dilakukan oleh umat Islam agar menambah pahala dan kebaikan, seperti dilansir dari dompetdhuafa.org, Minggu (28/6/2020).

1. Mengumandangkan Takbir

Umat Islam sangat dianjurkan untuk mengumandangan takbir di saat malam Hari Raya Iduladha. Takbiran ini bisa dilakukan saat terbenamnya matahari hingga pelaksanaan Hari Raya Iduladha. Dan, berakhir di hari tasyrik pada waktu Asar (13 Zulhijah).

Kumandang takbir ini menandangan ajakan untuk menyebut kebesaran Allah serta mengajak umat Islam lainnya melakukan hal yang sama.

2. Mandi Besar

Pelaksanaan mandi besar ini seperti pada mandi besar biasanya, hanya saja niatnya berbeda. Bukan saja Idulfitri, Iduladha pun menjadi hari raya umat Islam.

Hal ini seperti yang disampaikan dalam hadis sebagai berikut: “Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada hari Idulftri sebelum berangkat ke lapangan”. (HR. Malik dan asy-Syafi’i dan sanadnya sahih)

3. Mengenakan Pakaian Terbaik

Di hari raya besar Islam, kita disunahkan untuk menggunakan pakaian terbaiknya, khususnya saat akan melaksanakan salat Iduladha. Pakaian terbaik bukan berarti pakaian baru dan mahal.

Pakaian terbaik adalah pakaian paling bagus yang kita miliki. Karena, sebaik-baiknya pakaian di hadapan Allah adalah pakaian “takwa”.

Hal ini seperti yang disampaikan dalam hadis berikut, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya”. (HR. Hakim)

4. Memakai Wangi-Wangian

Selain sunah untuk menggunakan pakaian terbaik ketika salat Iduladha, umat Islam juga disunahkan untuk menggunakan wangi-wangian atau minyak wangi. Tentunya, wangi yang tidak berlebihan dan tidak mengganggu orang yang berada di dekat kita. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam hadis:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi”. (HR. Hakim)

5. Tidak Makan Sebelum Salat Id

Di Hari Raya Iduladha, umat Islam disunahkan untuk tidak makan terlebih dahulu dan segera makan setelah selesai salat Id. Hal ini berbeda dengan salat Idulfitri yang justru disunahkan untuk makan terlebih dahulu.

6. Berangkat Lebih Awal

Untuk melaksanakan salat Iduladha, sebaiknya kita berangkat lebih awal dan sampai di tempat salat dengan tenang atau tidak terburu-buru.

Sambil menunggu salat berjamaah, kita bisa duduk sambil bertakbir dan berzikir. Kesempatan ini tentu menjadi hal yang baik, terlebih salat Iduladha hanya dilakukan satu tahun sekali.

7. Berjalan Kaki Saat Menuju Tempat Salat

Jika tempat salat kita cukup dekat dan mudah untuk dijangkau, sebaiknya kita mengikuti sunah Rasulullah, yaitu berjalan kaki menuju tempat salat. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam hadis:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat salat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki”. (HR. Ibnu Majah)

8. Melewati Jalan Berbeda Saat Pulang

Dalam hadis disampaikan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang”. (HR. Al Bukhari).

Sebagaimana hadis tersebut, tentu ada berbagai hikmah yang bisa kita ambil. Misalnya, dengan melewati jalan berbeda, kita dapat lebih banyak bertemu dengan orang, bersilaturahmi, atau melihat kondisi sekitar yang jarang kita ketahui.

9. Mengajak Wanita atau Anak-Anak ke Tempat Salat

Mayoritas ulama berpendapat bahwa salat Iduladha adalah sunah muakad. Rasulullah pun memerintahkan wanita dab anak-anak tetap ikut ke tempat salat untuk mendengarkan khutbah di pinggir lapangan tempat salat (bagi yang sedang berhalangan salat).

Hal ini menunjukkan bahwa salat Iduladha memiliki keutamaan dalam sisi khutbah yang disampaikan. Jadi, walaupun wanita sedang berhalangan salat, disunahkan tetap mendengar khutbahnya.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY