Warga mengenakan masker mengikuti salat Jumat dengan menjaga jarak di depan masjid di Ankara, (29/5/2020). (Foto: Xinhua/Mustafa Kaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sama halnya di Indonesia, umat muslim di berbagai negara terdampak Covid-19 juga mengalami pembatasan dalam beribadah. Salah satunya salat Jumat berjamaah di masjid.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa salat Jumat terakhir di Turki pada 12 Maret 2020 lalu. Setelah itu, salat ditiadakan hingga 29 mei 2020. Otoritas setempat mengizinkan kembali salat Jumat dengan penerapan protokol kesehatan.

“Salat Jumat (terakhir) itu tanggal 12 Maret 2020 dan kemudian baru tanggal 29 Mei dibuka. Dalam pelaksanaannya memang sepenuhnya berbeda dengan saat sebelum pandemi,” kata Iqbal, saat dialog melalui ruang digital di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Protokol pertama, kata dia, memakai masker. Kemudian, setiap orang yang datang harus membawa sajadah masing-masing. Lalu, ada jarak saat berada di masjid.

Iqbal menambahkan bahwa pelaksanaan salat hanya diperbolehkan di halaman masjid saja. Tentu, ini hanya bersifat sementara. Karena, saat ini sedang musim panas.

Namun, ketika musim dingin tiba, tidak dimungkinkan untuk salat di luar ruangan mengingat cuaca tidak mendukung.

“Salat Jumat hanya boleh dilakukan di halaman masjid. Jadi, di dalam masjid tidak lagi digunakan. Tapi, mungkin ini hanya sementara. Turki, nanti, kan, sudah mulai dingin, akhir September. Jadi, kita belum mendengar informasi mengenai protokol salat Jumat untuk musim dingin,” terang Iqbal.

Penerapan protokol kesehatan saat salat Jumat pun sangat ketat. khotbah Jumat maksimal lima menit. Setiap masjid yang melaksanakan salat Jumat dijaga oleh polisi.

Pihak berwenang akan menegur masyarakat yang masih berkumpul usai salat. Dan, memberikan denda kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Khotbah Jumat maksimal lima menit, kemudian setelah itu nanti polisi akan membubarkan. Dipersilakan untuk langsung kembali dan kalau mau salat sunah, silakan dilakukan di tempat masing-masing. Mereka yang tidak sesuai dengan protokol juga kena denda sekitar 1.200 Lira Turki, hampir 200-an US dollar,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan Turki, negara terdampak Covid-19 lain, seperti Singapura pun melakukan hal yang sama.

Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Singapura, Didik Eko Pujianto, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sejak Maret 2020, salat Jumat ditiadakan. Baru pada Juni, salat Jumat diperbolehkan kembali.

“Ibadah Jumat itu sudah dihentikan sejak pertengahan bulan Maret yang lalu. Baru dibuka setelah circuit breaker di Singapura berakhir, yaitu dimulai pada tanggal 15 Juni,” terang Didik.

Ia mengungkapkan, pertama kali salat Jumat dilakukan dengan standar yang cukup ketat. setiap orang wajib membawa sajadah masing-masing. Jika tidak membawa sajadah, disiapkan oleh masjid sajadah dalam bentuk pelastik yang bisa dibawa pulang.

Lebih lanjut, Didik menjelaskan, salat Jumat dilakukan dua kloter. Masing-masing kloter hanya lima puluh orang dan para jamaah harus mendaftar terlebih dahulu melalui internet jika ingin salat Jumat di masjid.

“Sebelum memasuki masjid, itu daftar dulu online. Kemudian, jumlahnya berapa? Ditentukan. Kalau memang jumlahnya 100, berarti dua kali salat Jumat. Kalau jumlahnya tujuh puluh, misalnya. Lima puluh boleh salat Jumat, yang dua puluh salat Zuhur biasa,” jelasnya.

Pendaftaran melalui internet berfungsi untuk mempermudah melakukan pelacakan tiap jemaah.

“Itu ada tracking. Setiap orang, kemudian melakukan pendaftaran online, ada namanya shift entry. Jadi, pakai kode QR, memasukkan nomor telepon, nama, dan juga nomor IC. Jika terjadi sesuatu, bisa di-track di masjid itu ada berapa orang, siapa saja? Kemudian, pada kloter ke berapa kalau melakukan sholat Jumat,” jelas Didik.

Selain itu, pengawasan protokol kesehatan sangat ketat karena diawasi langsung oleh polisi dan bagi yang tidak menaati protokol kesehatan akan didenda.

“Polisi berhak memberikan denda bagi yang tidak pakai masker sebesar 250 dollar. Kalau jaraknya kurang dari satu meter, diingatkan, tapi kalau masih kedua kali, langsung 250 dollar juga,” tutur Didik.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY