Dompet Dhuafa ajak milenial berkurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ibadah kurban termasuk sunah muakad yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah kepada umat Islam. Banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa dipetik dari berkurban.

Selain sebagai tanda syukur dan media untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, berkurban juga menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak.

Momen berkurban sudah semestinya dimanfaatkan seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali generasi milenial. Karena, ibadah kurban tak hanya identik dengan kalangan rentang usia 35 tahun ke atas.

Kini, saatnya milenial bergerak dan mengikuti panggilan hati untuk selalu menebarkan kebaikan. Salah satunya, dengan berkurban.

Keikutsertaan Milenial Berkurban Meningkat

Ilustrasi milenial berkurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

Direktur Fundraising Dompet Dhuafa, Doni Marlan, mengakui bahwa saat ini sudah banyak milenial yang ikut berkurban. Hal ini didapat berdasarkan data transaksi kebaikan Dompet Dhuafa.

“Berdasarkan data transaksi kebaikan di Dompet Dhuafa, tidak hanya kurban, ya, hampir semua transaksi mengalami kecenderungan naik,” kata Doni, Rabu (24/6/2020).

Meningkatnya pola transaksi para milenial ini, kata dia, patut disyukuri dan layak diacungi jempol. Terlebih dalam kondisi pandemi Corona saat ini.

“Secara umum, tingkat keikutsertaan kaum milenial pada tahun lalu cenderung meningkat. Seiring dengan meningkatnya tren kedermawanan orang Indonesia,” ujarnya.

Banyak Kemudahan

Dompet Dhuafa menawarkan banyak kemudahan dalam berkurban. (Foto: Dompet Dhuafa)

Memanfaatkan momen ibadah kurban kali ini, lembaga filantropi Dompet Dhuafa mengajak kaum milenial untuk ikut membantu mereka, para dhuafa, turut serta merasakan kebahagiaan.

Melalui program Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa hadir memberi kemudahan dalam berkurban kepada masyarakat, termasuk kaum milenial.

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan pun sangat pas dengan keinginan milenial. Yakni, harga hewan kurban yang terjangkau serta sistem pembayarannya bisa melalui digital.

Zainal Abidin Sidik, Ketua THK Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa saat ini telah bersinergi dengan berbagai platform digital (e-commerce), Crowdfunding, dan Fintech sebagai bentuk fasilitas pembayaran/pembelian hewan kurban.

BACA JUGA  5 Keuntungan Berkurban di Dompet Dhuafa

Platform-platform digital tersebut di antaranya, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, JD.ID, Blibli.com, Blanja.com, Kitabisa.com, TaniHub, Elevenia, Dunia Halal, Fave, Ralali.com, Muslimnesia, BenihBaik.com, Peduli Sehat, WeCare.id, OVO, LinkAja, Sepulsa, Ayopop, ShopeePay, QRIS, Sobatku, dan Dana.

Sistem pembayaran seperti ini, kata Zainal, memudahkan milenial dalam bertransaksi. Karena, tidak perlu datang ke konter-konter THK Dompet Dhuafa di berbagai mal atau pusat pertokoan. Cukup melalui mobile banking, transfer bank, cash, dompet elektronik, QRIS, maupun aplikasi seperti WhatsApp Pay berbasis Virtual Account.

“Nah, pelaksanaan kurbannya, secara fisik tetap dilakukan di lokasi-lokasi yang sudah diidentifikasi oleh Dompet Dhuafa sebagai kantung-kantung mustahik,” kata Zainal.

Sementara, untuk harga hewan kurban, tahun ini THK Dompet Dhuafa menyediakan tiga kategori bobot untuk domba/kambing, dan satu kategori untuk sapi. Untuk domba/kambing terdiri atas:

  1. Standar, berat 23-28 kg, harga Rp 1.490.000 per ekor.
  2. Medium, berat 29-34 kg, harga Rp 1.690.000 per ekor.
  3. Premium, berat di atas 35 kg, harga Rp 1.890.000 per ekor.

Sedangkan untuk sapi hanya ada satu kategori dengan kisaran berat 250-300 kg, dengan harga Rp 12.975.000 per ekor.

“Kami juga menyediakan harga kolektif untuk 1/7 sapi, dengan harga Rp 1.855.000. Apabila pada pelaksanaan nanti tersisa kurang dari 7 donatur atau pekurban, maka hewan kurban yang disembelih dikonversi menjadi kambing premium,” terang Zainal.

Target 30.000 Domba/Kambing dan 1.000 Sapi

Secara keseluruhan, Dompet Dhuafa melalui THK menargetkan menyembelih 30.000 ekor domba/kambing. (Foto: Dompet Dhuafa)

Zainal mengungkapkan, secara keseluruhan, Dompet Dhuafa melalui THK, tahun ini menargetkan menyembelih 30.000 ekor domba/kambing. Dengan rincian, 24.000 ekor kategori standar, 3.000 ekor kategori medium, dan 3.000 ekor kategori premium. Serta, 1.000 ekor sapi.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada pemisahan target penjualan online dan offline. Seluruh hewan kurban yang ditargetkan itu sudah ada di 15 sentra ternak dan ratusan peternak mitra THK Dompet Dhuafa.

BACA JUGA  Menilik Tradisi Iduladha di Pulau Sapudi

“Ini perlu kami tekankan untuk menepis isu yang menyebutkan bahwa kami masih mencari domba/kambing maupun sapi untuk memenuhi target yang dicanangkan,” ujar Zainal.

Terkait hal itu, ia menjelaskan bahwa sejak awal program THK digulirkan, Dompet Dhuafa selalu melibatkan peternak langsung. Mereka yang menjadi pemasok utama hewan kurban Dompet Dhuafa.

“Untuk mekanismenya, berbagai pola sudah dicoba, mulai dari uang muka (DP), bantuan modal, maupun mandiri tanpa DP,” kata Zainal.

Namun, tahun ini, THK Dompet Dhuafa membuka kesempatan kepada beberapa investor untuk memberikan akses modal kepada para peternak.

Dengan demikian, program THK Dompet Dhuafa memotong jalur pemasaran, langsung ke peternak, tanpa melalui pedagang perantara. Dengan pola ini, THK Dompet Dhuafa bisa menekan harga tanpa merugikan peternak.

Ini yang membuat harga hewan kurban Dompet Dhuafa terjangkau. Namun, tetap berkualitas karena Dompet Dhuafa selalu melakukan quality control secara bertahap ke peternak binaan.

“Bahkan, dalam hitungan kami, dengan sistem ini peternak mendapatkan keuntungan terbesar dibandingkan investor maupun Dompet Dhuafa sebagai pengelola THK,” ungkap Zainal.

Peternak yang menjalin kerja sama untuk pengadaan hewan kurban Dompet Dhuafa tergabung dalam koperasi atau kelompok ternak. Sinergi ini sudah terjalin sejak lama.

“Untuk persiapan THK 2020, pemeliharaan domba/kambing maupun sapi sudah dipersiapkan sejak November dan Desember 2019. Jauh sebelum wabah Covid-19 merebak. Karena itu, kami belum bisa meng-cover peternak yang khusus terdampak Covid-19, kecuali para peternak yang sudah menjalin kerja sama sejak awal,” tutur Zainal.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY