Penerima Manfaat (PM) program Kampoeng Ternak (Kater) Marapuyan Saiyo, Ampuan Lumpo, Pesisir Selatan, Sumatera Barat memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk kompos. (Foto: DD Singgalang)

ZNEWS.ID PESISIR SELATAN – Memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk kompos menjadi peluang para Penerima Manfaat (PM) program Kampoeng Ternak (Kater) Marapuyan Saiyo, Ampuan Lumpo, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pupuk kompos tersebut menjadi penghasilan tambahan mereka.

Pengembangan pupuk kompos ini sudah direncanakan sejak Januari 2020 lalu oleh Dompet Dhuafa Singgalang (DDS). Dengan melakukan pelatihan kepada para penerima manfaat mengenai cara mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.

Pada Februari 2020, pembuatan pupuk kompos pun terealisasikan. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 200 pack pupuk kompos yang dihasilkan.

Pupuk kompos ini dikemas ke dalam karung dengan berat 35 kg dan ke dalam kemasan plastik 5 kg.

“Selama ini, kotoran sapi dibuang saja dan terkadang diambil oleh petani-petani sekitar kandang untuk kebunnya,” ujar Suwarto, salah satu penerima manfaat program, belum lama ini.

Pada Februari tersebut, DD Singgalang bersama para penerima manfaat mulai membangun rumah kompos dan pengadaan mesin pencacah pupuk. Sehingga, pupuk kompos yang dihasilkan menjadi bagus.

“Alhamdulillah, kebun yang menggunakan pupuk kompos ini hasilnya melimpah,” kata Linda, Ketua Kelompok Peternak Marapuyan Saiyo.

Sementara, Hadie Bandarian Syah, Pimpinan Cabang DD Singgalang, mengatakan bahwa pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos ini bertujuan agar peternak dapat mendapat penghasilan tambahan bulanan.

“Karena, sapi ini bisa dijual sekitar 8 bulan sekali setelah dilakukan proses penggemukan,” kata dia.

Oleh: Nasri
Editor: Agus Wahyudi

BACA JUGA  DD Singgalang bersama LSM di Kota Padang Bersinergi Bagikan Beras

LEAVE A REPLY