ZNEWS.ID – Meski pelaksanannya sudah diundur setahun, nasib Olimpiade Tokyo 2020 masih dihantui ketidakpastian akibat wabah corona. Pesta olahraga paling bergengsi di dunia itu seharusnya digelar pada Juli tahun ini. Namun akhirnya ditunda hingga tahun depan menyusul pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia.

Salah satu anggota dewan eksekutif Olimpiade Tokyo 2020, Toshiaki Endo mengatakan, keputusan kelanjutan ajang empat tahunan itu akan segera dibuat berdasarkan pemantauan pada perkembangan wabah virus corona di Jepang hingga musim semi tahun depan, atau sekitar bulan Maret hingga Mei.

Komentar Endo, salah satu dari enam wakil presiden di dewan dan mantan menteri olahraga, menjadi yang pertama kalinya disampaikan oleh seorang anggota eksekutif komite penyelenggara, menurut laporan Reuters, Jumat (5/6/2020).

Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah Jepang mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menunda olimpiade di bulan Maret.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat IOC untuk Tokyo John Coates, mengatakan bahwa jika pada bulan Oktober wabah virus corona belum hilang maka keputusan untuk menyederhanakan olimpiade harus dibuat.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada hari Kamis bahwa penyelenggara mencari cara untuk menyederhanakan pelaksanaan olimpiade.

Sehubungan dengan wacana tersebut, panitia penyelenggara juga telah memutuskan untuk tidak mengadakan acara hitung mundur olimpiade karena pandemi COVID-19.

Penyelenggara berusaha untuk memotong biaya yang terkait dengan penundaan dan juga sadar akan risiko pandemi.

“Kami tidak dapat mengadakan acara kerumunan dalam skala besar sementara risiko infeksi masih berlanjut,” tulis Reuters mengutip sumber panitia penyelenggara yang tidak disebutkan namanya.

Pada acara hitung mundur tahun lalu di Tokyo, panitia menampilkan bentuk medali pada upacara yang dihadiri oleh Presiden IOC Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

BACA JUGA  Olimpiade Tokyo akan Disederhanakan

 

Editor: Dhany Bagja

Sumber: Antara

LEAVE A REPLY