Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendampingi penyintas bencana banjir dan longsor di Kampung Suluduk dan Kampung Curug yang berada di Desa Wangun Jaya, Leuwisadeng, Bogor, Jawa Barat. (Foto: DMC DD)

ZNEWS.ID BOGOR – Walau pandemi Covid-19 belum berlalu, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa tetap menunjukkan komitmennya sebagai lembaga kemanusiaan yang menaruh perhatian pada isu bencana.

Komitmen ini ditunjukkan dengan berbagai aktivitas, salah satunya mendampingi penyintas bencana banjir dan longsor di Kampung Suluduk dan Kampung Curug yang berada di Desa Wangun Jaya, Leuwisadeng, Bogor, Jawa Barat.

Sejak hari pertama, Tim Respons DMC Dompet Dhuafa sudah hadir ke lokasi bersama warga terdampak melakukan asesmen terkait kebutuhan pengungsi.

“Malam hari kita sampai di tanggal 13 Mei itu, kita sudah langsung berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak,” kata Ahmad Barqu Syudjai, Koordinator Lapangan Tim Respons DMC Dompet Dhuafa untuk Banjir Leuwisadeng.

Dari hasil asesmen tersebut, ditemukan bahwa pengungsi yang mendiami Pondok Pesantren Manba’ul Huda Al-Barudi yang berada di Kampung Curug memerlukan tambahan pengadaan makanan. Tim DMC langsung merespons dengan mendirikan Dapur Umum.

Selain membantu para penyintas dengan keberadaan Dapur Umum, tim juga berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan pelayanan kesehatan. Mengingat hingga kini masih diberlakukan protokol kesehatan Covid-19, tim medis melakukan pelayanan dari rumah ke rumah kepada para warga terdampak bencana.

M Faisal, selaku Tim Medis, mengatakan bahwa pola layanan dengan menyambangi langsung rumah-rumah warga terdampak bertujuan agar tidak mengundang kerumunan. Walaupun kalau melihat aplikasi Peduli Lindungi, kelurahan tersebut masih termasuk wilayah zona hijau. Akan tetapi sebagai bentuk antisipasi, harus tetap memberlakukan protokol penanggulangan Covid-19.

“Adapun keluhan terbesar penerima manfaat soal mual, luka luar, dan lain-lain. Hal ini wajar, dalam kondisi panik, seseorang akan mudah terserang penyakit. Salah satunya mual dan maag. Karena, dalam keadaan panik produksi asam lambung menjadi meningkat dan menyebabkan mual,” ujarnya.

BACA JUGA  Jaga Kompetensi dan Kesiapsiagaan Personil, DMC Dompet Dhuafa Adakan Pelatihan Penyelamatan Air

Oleh: Ika
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY