ZNEWS.ID JAKARTA – Sudah lebih dari 3 bulan pandemi Covid-19 di Indonesia berjalan. Hal ini pastinya berdampak pada perubahan kebiasaan setiap orang.

Ini juga terjadi pada Ika Tyas Anggraini, aktivis Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang sekarang sedang menjalani perannya sebagai seorang jurnalis. Aktivitas jurnalis yang harus mobile membuatnya lebih banyak bekerja dari rumah karena kondisi saat ini.

Namun, perubahan kondisi ini perlu dihadapi dengan menciptakan kebiasaan positif yang mampu bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa yang akan datang.

Pada siaran langsung via Facebook saat acara Ramadan Guru Nusantara, beberapa waktu lalu, Tyas berbagi tips 10 kebiasaan positif yang dijalaninya selama masa pandemi.

1. Olahraga.
Penting untuk senantiasa menjaga imunitas tubuh yaitu dengan meyisihkan waktu setiap harinya untuk melakukan olahraga.

2. Membaca buku non fiksi
Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ide-ide baru setiap harinya.

3. Belajar bahasa
Banyaknya waktu luang perlu dimanfaatkan untuk mempelajari hal yang menambah nilai diri.

4. Mendengarkan podcast/radio
Melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik dan mempelajari gaya berbicara presenter dan bintang tamu.

5. Membuat list pekanan
Waktu jadi lebih terorganisasi, memiliki prioritas, dan fokus pada hal yang direncanakan.

6. Refleksi
Melakukan evaluasi terkait dengan rencana yang telah dibuat dan melakukan perbaikan jika ada yang kurang optimal.

7. Mengikuti kegiatan kuliah online
Ikuti kuliah online yang temanya sesuai dengan masalah yang dihadapi.

8. Riset
Memilah dan menemukan informasi yang benar di saat terjadi banjir informasi yang menambah kekhawatiran terkait kondisi saat ini.

9. Mengurangi media sosial
Untuk menjaga kestabilan emosi dan menghindari informasi yang kurang penting.

BACA JUGA  4 Tips Terhindar dari Hoaks

10. Membuat karya
Mengagendakan untuk menulis dan membagikannya ke komunitas ternyata memberikan manfaat untuk orang lain dan menambah kapasitas diri.

Pastinya, dalam menjalani kebiasaan tersebut ada kendala yang dihadapi, seperti menjaga konsistensi untuk tetap melakukan pembiasaan tersebut.

“Namun,dengan motivasi awal yang kuat dan terasa manfaat dari menjalani kebiasaan ini, hal itu menjadikan pembiasaan ini bisa tetap konsisten dilakukan,” kata Tyas, dilansir dari sekolahguruindonesia.net.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY