April 1993, Koran Republika menyelenggarakan promosi untuk surat kabar yang baru terbit tiga bulan itu di stadion Kridosono, Yogyakarta. Di samping sales promotion untuk menarik pelanggan baru, acara di stadion itu juga dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat Yogya untuk membeli saham koran umum Harian Republika. Di sini pula inspirasi Dompet Dhuafa dilahirkan untuk membantu kaum dhuafa untuk berdaya,, dimulai dengan membuka dompet dhuafa di koran Republika, 2 Juli 1993. (Foto: Ist)

Oleh: Parni Hadi (Inisiator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Hari ini tanggal 20 Mei 2020, Hari Kebangkitan Nasional, biasa disingkat Harkitnas.

Jangan diplesetkan jadi singkatan Hari Kesakitan Nasional. Banyak yang sakit memang, bahkan meninggal, terdampak Corona.

Ini bulan puasa Ramadhan, tidak boleh sembarangan.

Jangan lupa tanggal.

Lupa para sesepuh bangsa yang sudah meninggal dunia, meninggalkan jejak bermakna bagi pembentukan bangsa Indonesia.

Kenang-kenanglah para ibu bapa pendiri bangsa, Dokter Wahidin Sudirohusodo dan Dokter Sutomo, dua diantara putera bangsa ber-Budi Utama.

Puasa Ramadhan menjelang akhir, tapi
perjuangan, pengabdian dengan pengorbanan tidak kenal akhir.

Terus, teruslah bergerak sambil berpantang!

Menahan lapar, haus, dan, nafsu untuk bergerak karena harus menjaga jarak. Puasa dalam nuansa Corona.

Bangkit, bangkit, dan bangkit untuk bantu saudara yang sakit.

Bergerak, bergerak, bergerak.

Maju tak gentar, bantu mereka yang lapar.

Ini puasa istimewa, ini gerakan luar biasa, berkat Corona.

BACA JUGA  In memoriam: Bung Alwi Shahab, Wartawan Lintas Zaman

LEAVE A REPLY