Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Salat perlu menjadi pembiasaan yang dilakukan oleh anak untuk dapat lebih mengenal Tuhannya. Dan, menjadi kewajiban semua orang tua untuk mengenalkan ketauhidan pada anak.

Hal ini disampaikan dalam firman Allah SWT dalam QS Luqman: 13 yang artinya: “Dan, (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’”.

Pembiasaan salat tidak lepas dari pendidikan orang tua kepada anaknya. Sehingga, peran orang tua sangat besar dalam memengaruhi keberhasilan anak dalam pembiasaan menunaikan salat ini.

Bisa dilihat, orang tua yang berhasil mungkin tidak perlu selalu mengingatkan anaknya yang sudah balig untuk menunaikan salat terus menerus.

Pada siaran langsung via Facebook saat acara Ramadan Guru Nusantara, Sabtu (16/5/2020), Abdul Khalim, GM Sekolah Ekselensia Indonesia berbagi pengalaman terkait cara mendidik anak agar terbiasa salat, di antaranya:

  • Memahami peran orang tua dalam mengajarkan ketauhidan.
  • Memahami karakteristik anak. Karena, beda karakter beda cara mendidiknya.
  • Melakukannya secara bertahap.
    <1 tahun: jika anak ingin terlibat dalam salat diajak. Namun, tidak dipaksa.
    7 tahun: sudah mulai dilakukan pembiasaan namun belum diwajibkan.
    10 tahun (sudah balig): diwajibkan.
  • Meneladani. Anak cenderung mengikuti apa yang orang tuanya lakukan.
  • Memenuhi hak anak. Hak anak adalah hak mendapatkan pendidikan, kasih sayang, dan nafkah. Jika haknya terpenuhi, merekapun akan memenuhi kewajibannya.
  • Mendampingi. Anak butuh tempat bertanya dan mengadu jika ada hal yang tak dipahaminya. Hal ini juga dapat memotivasinya untuk mempertahankan pembiasaannya.

Khalim berpesan kepada para orang tua yang sedang berjuang membiasakan salat kepada anaknya untuk jangan memaksa, terus mendoakan, terus mencontohkan, terima anak apa adanya.

BACA JUGA  4 Tips Terhindar dari Hoaks

“Tidak perlu bandingkan dengan anak lain. Dan, didiklah mereka sesuai dengan karakternya, fitrahnya, dan jangan lupa gunakan nurani orang tua untuk mendidik mereka,” tuturnya, dilansir dari sekolahguruindonesia.net.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY