Dari kiri ke kanan – Direktur Hubungan Kelembagaan BNI 46 Sis Apik Wijayanto, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, dan Inisiator Gerakan Diaspora Peduli Dino Patti Djalal. (Foto: Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pandemi Corona secara tidak langsung berdampak kepada para pekerja di Indonesia. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan ada lebih dari 1,7 pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK. Baik dari sektor formal maupun informal.

Kondisi tersebut kemudian mengundang keprihatinan sekaligus kepedulian dari diaspora untuk menggalang dana melalui program ‘One Family to One Family Diaspora Peduli’, yang kemudian akan didonasikan kepada para pekerja yang terdampak Corona.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah menyampaikan ungkapan bangganya atas upaya diaspora yang telah membantu para pekerja meski sebenarnya juga turut merasakan dampak dari pandemi ini.

“Sungguh, saya sangat bangga dan terharu. Karena, sesungguhnya para diaspora juga ikut terpapar dampak pandemi ini. Namun, mereka menunjukkan rasa kepeduliannya dan kecintaannya kepada negeri ini. Para diaspora akan membantu para pekerja korban PHK atau yang dirumahkan melalui program ‘One Family to One Family’,” kata Ida, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Melalui program tersebut, diaspora seluruh dunia siap membantu 50 dolar AS atau sekitar Rp 780.000 kepada keluarga di tanah air yang paling membutuhkan.

Target penerima program diaspora peduli ini di atas 5000 orang di tanah air. Sebanyak 6-8 juta anggota diaspora di dunia berkomitmen mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan di komunitas diaspora masing-masing.

Sementara, Inisiator Gerakan Diaspora Peduli, Dino Patti Djalal, mengatakan bahwa sejak gerakan diaspora dimulai pada 2012, di saat inilah aset diaspora sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis di Indonesia.

Setiap bulannya, bantuan akan ditransfer langsung kepada keluarga pekerja korban PHK atau yang dirumahkan akibat pandemi Corona. “Semua langsung masuk ke rekening penerima,” kata Dino, dilansir dari bnpb.go.id.

BACA JUGA  Relawan Diaspora Indonesia Jahit Masker Bantu Cekal Corona di AS

Dalam penerapannya, Kemnaker menggandeng Bank BNI untuk lalu-lintas donasi agar semua donasi tercatat secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, calon penerima donasi diaspora peduli sudah diverifikasi Kemnaker RI berdasarkan data dari berbagai perusahaan di Indonesia.

Tatacara donasi dan profil calon penerima tersedia melalui infografis yang dapat dilihat melalui mobile apps Diaspora Peduli dan melalui website di www.diasporapeduli.id. Melalui situs tersebut, masyarakat diaspora dapat melihat langsung profil calon penerima donasi dan bebas memilih kepada siapa donasi akan diberikan.

“Keluarga diaspora dapat melihat langsung dan memilih langsung keluarga yang akan dibantunya, yang terkena PHK,” jelas Dino.

Semua distribusi donasi dilakukan secara transparan. Dan, donator langsung transfer kepada calon penerima. Mereka dapat berkomunikasi one on one sehingga dimungkinkan terjadi transfer ilmu, pengalaman, pelatihan, dan harapan.

Lebih lanjut, kata Dino, masyarakat diaspora dari kalangan artis, pengusaha, pegawai, penyanyi, dan usahawan dari seluruh dunia akan berpartisipasi dan sangat menekankan akuntabilitas. Dalam waktu dekat, seluruh kegiatan dispora peduli akan dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY