DMC Dompet bersama warga bergotong-royong membangun kembali jembatan yang rusak akibat banjir bandang. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID LEBAK – Hujan deras menjelang pergantian awal tahun 2020 lalu yang mengguyur wilayah Banten menyebabkan banyak fasilitas umum rusak parah. Amukan banjir bandang dari Sungai Ciberang menyapu yang dilaluinya.

Melahap jembatan gantung kayu penghubung antardesa. Material dan tanah lumpur yang dibawanya, menerjang bangunan di sekitarnya. Menjangkau pemukiman warga hingga berjarak 30-50 meter.

DMC Dompet bersama warga bergotong-royong membangun kembali jembatan yang rusak akibat banjir bandang. (Foto: Dompet Dhuafa)

Padahal, jembatan di atas Sungai Ciberang itu menghubungkan menghubungkan 5 kampung, yaitu Kampung Karian, Kampung lebak Kopo, Kampung Panunggangan, Kampung Nanggela, dan Kampung Cimenten Kecamatan Sajira, Lebak, Banten. Sontak, aktivitas warga lumpuh.

Melihat kondisi itu, Shopee berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa menginisiasi pembangunan kembali jembatan yang teputus. Mengingat, pembangunan jembatan itu sangat didambakan warga di sana. Selain juga sebagai penopang ekonomi.

DMC Dompet bersama warga bergotong-royong membangun kembali jembatan yang rusak akibat banjir bandang. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Kami berterima kasih kepada Dompet Dhuafa untuk membuat jembatan di kampung ini. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat,” ujar Juli, warga Kampung Karian, Desa Calungbungur, sajira.

Ahyani selaku Kepala Desa Calungbungur, menyampaikan, jembatan merupakan akses yang sangat penting untuk masyarakat di sini. Masyarakat, kata dia, setiap hari melintasi jembatan ini sebelum roboh diterjang banjir bandang.

DMC Dompet bersama warga bergotong-royong membangun kembali jembatan yang rusak akibat banjir bandang. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Kami sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa karena memperbaiki jembatan yang terputus,” kata Ahyani.

Saat ini, alat transportasi warga untuk menyeberang menggunakan perahu karet dengan penumpang relatif terbatas.

DMC Dompet bersama warga bergotong-royong membangun kembali jembatan yang rusak akibat banjir bandang. (Foto: Dompet Dhuafa)

Dalam proses pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter penghubung antarkampung di desa berpenduduk 3.400 jiwa itu, Dompet Dhuafa mengerahkan Disaster Management Center (DMC).

“DMC Dompet bersama warga bergotong-royong untuk memerbaiki jembatan yang rusak akibat banjir bandang. Kami  menyediakan kebutuhan material jembatannya,” terang Eka Suwandi, tim Disaster Mangement Center Dompet Dhuafa. (fat)

 

LEAVE A REPLY