Gus Sholah Lakukan Hospital Touring di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Jawa Barat, (20/4/2017). (Foto: Humas RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga Besar Dompat Dhuafa berduka. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang juga Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR), KH Salahuddin Wahid wafat, Ahad (2/2/2020), di RS Harapan Kita Jakarta.

Irfan Wahid, putra almarhum, mengabarkan melalui akun twiternya pada pukul 21.16 WIB.

“Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20.55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummahfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…”, tulis akun @ipangwahid.

Ketua Pembina YDDR Parni Hadi turut berduka mendalam atas wafatnya kiai kharismatik yang juga sahabatnya.

“Beliau adalah bagian dari keluarga besar Dompet Dhuafa,” ungkap Parni Hadi, pendiri Dompet Dhuafa.

Gus Sholah bersama Parni Hadi menginisiasi pendirian Rumah Sakit KH Hasyim Asyari di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Peletakan batu pertama pendirian RS KH Hasyim Asyari–Dompet Dhuafa dilaksanakan pada 19 September 2018, oleh Mundjidah Wahab, Plt Bupati Jombang saat itu.

Rumah Sakit Hasyim Asyari Dompet Dhuafa merupakan rumah sakit keenam yang dibangun dari dana umat melalui Dompet Dhuafa. Tanah seluas 1 hektare yang menjadi tempat didirikannya, merupakan wakaf dari keluarga besar KH Hasyim Asyari.

“Dibangun tiga lantai, RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa memenuhi fasilitas dan pelayanan sebagai Rumah Sakit Tipe C. Hal ini mendasar, dengan memilih Tipe C, maka RS Hasyim Asyari dapat melayani lebih banyak dhuafa,” terang Nasyith Majid, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa.

Kehadiran RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa diharapkan dapat menyempurnakan lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng dalam menebar manfaat bagi masyarakat Jombang. Rumah Sakit ini akan melayani kebutuhan masyarakat, berlandaskan kesetaraan akses layanan kesehatan.

Inisiasi pendirian RS KH Hasyim Asyari muncul saat Gus Sholah berkunjung ke RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Parung, Bogor, beberapa waktu sebelumnya.

Kunjungan pertama Salahuddin Wahid menjadi sejarah inisiasi pendirian RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa di Jombang. Agenda keliling di beberapa ruang rumah sakit memantapkannya untuk membuka bentangan kebaikan di Jombang, Jawa Timur.

“Kita mulai di Pondok Pesantren Tebuireng,” kata Gus Sholah.

Hingga beberapa bulan setelahnya, ada kesepakatan antara Dompet Dhuafa dan keluarga besar KH Hasyim Asyari untuk mewakafkan sebidang tanah seluas satu hektare. Lokasinya masih dalam lingkungan Pesantren Tebuireng di Jombang.

Tidak jauh dari sebidang tanah itu, terletak Makam Gusdur yang atap kubahnya terlihat dari kejauhan. Pembangunan RS KH Hasyim Asyari sedang berjalan. Diharapkan, dalam waktu tidak lama lagi segera dapat beroperasi.

“Meski Gus Sholah tidak sempat menyaksikan langsung RS yang diinisiasinya saat beroprasi nanti, tapi akan menjadi amal jariyah almarhum dan keluarga besar KH Hasyim Asyari dan para donatur Dompet Dhuafa,” ungkap Nasyith Majidi.

Selamat Jalan Gus Sholah. Doa kami dan para dhuafa, husnul khotimah.*

LEAVE A REPLY