(Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pagelaran Indonesia Millennial Summit 2020 (17-18/1/2020), di Jakarta, menyuguhkan diskusi-diskusi nyata nan menarik. Dengan menghadirkan narasumber-narasumber populer dari berbagai kalangan, IMS 2020 mengajak masyarakat milenial Indonesia semakin luas membuka wawasan.

Di panggung “Hijrah”, masyarakat milenial digiring untuk lebih luas memaknai kata yang sedang fenomenal di kalangan milenial Indonesia tersebut. Hijrah menjadi kata yang tak asing lagi didengar oleh para generasi milenial.

Menurut Atiatul Muqtadir, Penerima Manfaat (PM) Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa angkatan 8, hijrah adalah bentuk suatu perpindahan. Di zaman Rasulullah, konteks hijrah adalah perpindahan kaum muslimin dari Mekkah ke Madinah Munawwarah.

Fathur, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa hijrah dapat dimaknai lebih luas sebagai bentuk perpindahan dari satu kegiatan ke kegiatan lain.

“Hijrah juga bisa diartikan berpindah, yaitu berpindah dari kegiatan satu ke kegiatan lain. Bisa juga dari kegiatan yang kurang bermanfaat menjadi kegiatan yang banyak manfaat,” terang Ketua BEM UGM tersebut.

Di lain sesi, sebagai penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), Fathur mengaku mendapat banyak hal pelajaran dari Dompet Dhuafa. Berkat Dompet Dhuafa, Fathur lebih banyak menyertai segala aktivitasnya dengan kemuliaan dan kebermanfaatan bersama. Itu juga merupakan salah satu contoh hijrah menurutnya.

“Di Bakti Nusa, saya banyak berubah dan belajar banyak hal. Ada satu kata kunci yang saya dapatkan, yaitu bagaimana kita mampu meraih cita-cita. Bukan hanya soal dunia, tapi juga kemuliaan di akhirat, yaitu bagaimana meng-convert kegiatan dunia menjadi kegiatan-kegiatan akhirat,” terangnya

Saat ini, Fathur masih kuliah di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Fathur menyatakan, kelak akan selalu bersama Dompet Dhuafa dalam membangkitkan bangsa dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

“Saya selalu berharap, kelak dapat terus bersama Dompet Dhuafa. Pernah suatu saat dapat nasihat dari drg Imam, bahwa jangan bercita-cita memiliki penghasilan tinggi. Tapi, bercita-citalah mampu berzakat setinggi mungkin. Itu sangat membekas bagi saya, dan menjadi tujuan saya ke depan bersama Dompet Dhuafa,” tutu Fathur. (mth)

LEAVE A REPLY