ZNEWS.ID CIPUTAT – Ada tiga penyebab terjadinya fraud (kecurangan). Pertama, munculnya kesempatan. Kedua, adanya tekanan ekonomi. Dan, ketiga, rasionalisasi, yakni tumbuhnya rasa pembenaran secara sepihak.

Hal tersebut dipaparkan oleh Direktur Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK) Ridwan Affan, di hadapan insan RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa di Kantor IDEAS Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (17/1/2020).

Ridwan menyampaikan, kegiatan belajar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada insan RST terkait bahaya kecurangan yang terjadi di lingkungan Rumah Sakit. Menurut Ridwan, ada sejumlah tipe fraud yang bisa dilakukan seseorang, seperti mencuri dengan menggunakan kekuasaan, rekayasa dan mengalihkan.

“Mencuri, lalu merekayasa, dan mencuci uang untuk dialihkan. Pelaku fraud bisa dipidana yang paling berat dengan UU Korupsi,” jelas Ridwan.

Ridwan menjelaskan, celah krusial terjadinya fraud di lingkungan rumah sakit bisa terjadi mulai dari pemalsuan bukti pembelanjaan obat, laporan keuangan, hingga gratifikasi. Kalau dirunut, tiga besar celah fraud bisa terjadi di bagian keuangan, operasional, dan pembelian.

“Pelaku fraud terbesar ada di usia 35-45 tahun,” ujar Ridwan

Sementara, Direktur Umum dan Keuangan RS RST Dompet Dhuafa Siti Rusmiati mengatakan, tindakan fraud berpotensi terjadi mulai dari tahap perencanaan hingga audit.

“Kesempatan fraud bisa ada di mana saja. Ada senjata pun kita bisa kebobolan bila tidak ditunjang oleh monitoring yang ketat,” terangnya.

Menurut Rusmiati, dibutuhkan ketegasan meski sesorang tersebut bisa menjadi tidak populer di lingkungan kerjanya. (adt)

LEAVE A REPLY