(Foto: DD Jabar)

ZNEWS.ID, SUMEDANG – Indonesia dengan kekayaan alam dan pangannya yang melimpah, mendorong setiap insan yang hidup di Indonesia untuk bertani. Demi, memanfaatkan lingkungannya dengan optimal dan efisien, serta memberikan kontribsi kepada masyarakat. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Koperasi Warga Tani (KWT) Pantastik.

Beberapa waktu lalu, Dompet Dhuafa menjalin kerja sama dengan KWT Pantastik mengadakan kegiatan bertajuk “Program Pengembangan Usaha Tanaman Pangan Lokal Hanjeli” di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa menginisiasi program Call for Proposal, program untuk menjaring ide sekaligus menarik mitra pelaksana program yang mampu menjalankannya. Sebagai, program pemberdayaan dengan skema dana hibah bergulir. Salah satu pemenang Call for Proposal 2019 adalah KWT Pantastik.

“Ini merupakan peluang dan langkah nyata untuk mendukung Program Diversifikasi pangan Kementrerian Pertanian yang telah dilaksanakan sejak 2018 di Indonesia,” ujar Tri Udhi Kurniawan, General Manager Ekonomi Dompet Dhuafa.

Tri menambahkan, kegiatan ini merupakan optimalisasi peran kelembagaan KWT Pantastik agar kegiatan bsinis agroindustry tersebut semakin kuat, berkesinambungan, dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan bagi mustahik.

KWT Pantastik sendiri bertani dan mengolah hasil tanaman hanjeli sebagai alternatif pengganti bahan pangan pokok. Karena kandungan karbohidrat tanaman hanjeli itu sebesar 76,4 persen, sedangkan beras sebesar 87.7 persen.

“Dengan persentase kandungan karbohidrat seperti itu, hanjeli dapat menjadi pengganti nasi. Selain itu, hanjeli juga mudah dibudidayakan dan tahan terhadap hama penyakit,” kata Anisah, ketua KWT Pantastik.

Selain mendapatkan suntikan dana. Nantinya, Dompet Dhuafa akan terus memberikan pendampingan terhadap KWT Pantastik, seperti memfasilitasi pelatihan olahan hanjeli, produksi, distribusi, hingga pemasaran.

“Nantinya, di gedung tersebut, pelatihan-pelatihannya berlangsung. Walaupun memang masih dalam pembangunan,” terang Anisah.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur PIBI (Pusat Inkubasi Bisnis IKOPIN) Indra Fahmi, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang Edy Kusnadi, Kabid Koperasi Dinas Kop & UMKM Kabupaten Sumedang Sajidin, serta tim peneliti BB Pascapanen Sandi Darniadi. (DD Jabar)

LEAVE A REPLY