Oleh: KH Wahfiudin Sakam SE MBA (Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Mudir ‘Aam JATMAN NU)

Di latar belakang saya adalah Tim Manajemen RS Mata Ahmad Wardi yg sedang briefing harian setiap pagi.

Alm. Ahmad Wardi seorang ustadz di Serang. Kepada anak-anaknya ia berwasiat utk mewakafkan sebidang tanah guna dibangun rumah sakit ibu dan anak di atasnya. Wakaf tanah diserahkan pengelolaannya kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Setelah bangunan utk RS Ibu dan Anak didirikan, selama 7 tahun proses terhenti karena ada kesulitan2 teknis. Kemudian oleh BWI tanah wakaf dan bangunan itu diserahkan pengelolaannya kepada Dompet Dhuafa.

Tujuh tahun terbengkalai, lahan sudah ditumbuhi ilalang setinggi manusia. Seluruh bagian dalam bangunan sudah berwarna hitam kelam oleh kotoran kelelawar. Iya, bangunan itu sudah dijadikan markas kelelawar. Ribuan kelelawar bergelantungan di plafon kedua lantai kedung itu.

Hanya dalam waktu 2 bulan, bangunan sudah dirapihkan dan rumah sakit diaktifkan sebagai RS MATA AHMAD WARDI. Inilah satu-satunya rumah sakit mata di propinsi Banten..

Kamis pagi ini saya datang untuk dioperasi katarak mata kanan saya. Dua pekan lalu sy menyaksikan operasi katarak gratis untuk 100 kaum dhuafa. Sy saksikan langsung semua proses, cara kerja dokter, alat2 yg digunakan, obat2nya, dll. Semua sama persis dgn salah satu RS Mata yg terkenal di Jakarta, tempat sy menjalani ops katarak mata kiri. Yg berbeda biayanya. Di RS Mata yg di Jakarta itu, untuk paket yg sy ambil, biayanya hampr 20 juta rupiah. Di RS Ahmad Wardi ini paket serupa hanya 11 juta rupiah. Dengan segitu kita sudah ikut berwakaf.

Untuk para dhuafa yg dibiayai donatur, biayanya hanya 4,5 juta rupiah. Hebat sekali RS Mata Ahmad Wardi yg dikelola oleh Dompet Dhuafa ini.

*KH Wahfiudin Sakam SE MBA* (Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Mudir ‘Aam JATMAN NU)

LEAVE A REPLY