ZNEWS.ID JAKARTA – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Di beberapa tempat kegiatan belajar mengajar mengalami kendala bahkan ada berhenti total. Seperti yang terjadi hari ini, Rabu (18/9), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palangkaraya meliburkan seluruh siswa di semua jenjang pendidikan hingga waktu yang belum bisa ditentukan karena pekatnya asap.

Berangkat dari hal tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mencanangkan Program Safe School. Direktur DMC Dompet Dhuafa, Benny, menjelaskan bahwa  Safe School merupakan perwujudan konsep safe house yang telah terlebih dulu dilakukan Dompet Dhuafa di beberapa titik wilayah terdampak kabut asap.

“Jadi akan ada satu atau dua ruang kelas yang dilengkapi fasilitas seperti di safe house berupa ruangan yang bebas asap, adanya tabung oksigen, air purifier, dan tempat istirahat,” tandasnya.

Dalam perumusan program ini tiga seniman muda Indonesia yakni Chiki Fawzi, Meda Kawu, dan Vira Talisa ikut andil dalam diskusi yang digelar Rabu, (18/9) di Kantor DMC Dompet Dhuafa. Mereka akan turut serta mengenalkan program safe school kepada warga net melalui jagat media sosial.

“Kita senang sekali bisa hadir di sini dan berdiskusi mengenai kebencanaan bersama rekan-rekan DMC. Bersyukur juga bisa terlibat dalam kampanye safe school karena kita ingin meminimalisir dampak kabut asap yang berimbas pada anak-anak sekolah. Semoga kita bisa menggalang banyak kebaikan dan programnya bisa membawa banyak manfaat” ungkap Chiki Fawzi.

Untuk diketahui, selain menyediakan ruang bebas asap safe school juga akan dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi edukasi seputar bencana kabut asap. (Ika)

LEAVE A REPLY