Salah satu pendongeng yang tampil, Hendra dari “Ayo Dongeng Indonesia” yang membawakan kisah dari Desa Mawira di Sulawesi Selatan. (foto : perpusnas.go.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Para pendongeng dari dalam dan luar negeri tampil menghibur dalam Festival Cerita Nusantara dan Dunia yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional. Festival yang digelar Perpusnas bersama dengan komunitas Ayo Dongeng Indonesia tersebut merupakan rangkaian dari Perpusnas Expo 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. Dongeng adalah cerita yang penuh khayalan dan seorang pendongeng bercerita dengan penuh penghayatan diikuti gerakan yang menjiwai cerita tersebut.

Salah satu pendongeng yang tampil adalah Hendra dari “Ayo Dongeng Indonesia” yang membawakan kisah dari Desa Mawira di Sulawesi Selatan. “Cerita ini mempunyai makna bahwa rajin menggosok gigi itu penting,” jelas Hendra saat mendongeng di Ruang Serbaguna Perpusnas, pada Sabtu (14/9/2019) seperti yang di rilis dari perpusnas.go.id.

Sementara itu, pendongeng berbakat Ariyo Zidni ikut mendongeng di festival ini. Ariyo berdongeng kisah dari Thailand yang mengandung makna bahwa sebaiknya makan dilakukan sehari tiga kali. “Cerita ini dari Thailand, maka banyak petani yang menanam padi seperti di Indonesia,” jelasnya.

Turut tampil juga pendongeng dari Taiwan, Chen Ming Hsiang (Uncle Fat) dan Richard Dian Vilar dari Filipina. Uncle Fat mendongeng dengan judul “Tutup Botol” yang mempunyai makna bahwa manusia harus saling membantu, jangan pernah menyerah, dan selalu punya harapan.

Pendongeng Richard Dian Vilar mendongeng tentang ang bituin yang berarti bintang. Cerita tersebut mengenai legenda matahari, bulan, dan bintang. “Cerita ini bermakna bahwa semua anak adalah bintang,” jelasnya.

Dalam acara ini, anak-anak yang hadir disuguhkan hadiah dengan syarat menampilkan senyum yang manis dan bisa menjawab pertanyaan mengenai cerita yang telah dibawakan bintang tamu.

Selain mendongeng, Festival Cerita Nusantara dan Dunia juga diisi dengan Membaca Nyaring. Di sini, para penampil menyuarakan bacaannya dengan intonasi dan ucapan yang mudah untuk dimengerti sehingga pendengar menangkap informasi yang diberikan. Kegiatan membaca nyaring ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Salah satu penampil dari komunitas “Ayo Dongeng Indonesia”, Desri yang membaca nyaring cerita rakyat dari Jawa berjudul Joko Kendil.

BACA JUGA  Sagusaku, saat 1000 Guru Menulis Buku

Festival Cerita Nusantara dan Dunia diselenggarakan selama dua hari pada 14-15 September 2019 di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. (jam)

LEAVE A REPLY