Ilustrasi silaturahmi. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi silaturahmi. (Foto: shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Tak terasa Ramadan sudah akan meninggalkan kita. Sudahkah kita memaksimalkannya dengan semakin mendekatkan diri kita pada Allah? Semoga Ramadan di tengah pandemi kali ini memberikan banyak kesempatan untuk kita merenung dan mensyukuri apa yang sebelumnya belum dimaksimalkan.

Salah satu yang sangat berbeda mungkin adalah cara bersilaturahmi di masa pandemi ini. Seperti yang diceritakan Usman, Koordinator Wilayah SGI Nusa Tenggara Barat (NTB), saat siaran langsung via Facebook pada acara Ramadan Guru Nusantara belum lama ini.

Usman mengatakan bahwa di wilayahnya, di Lombok, NTB, pada saat Lebaran setelah salat Id, biasanya masyarakat makan bersama, saling mengantarkan menu masakan rumahnya saat bersilaturahmi dengan tetangga.

“Namun, sangat berbeda untuk Lebaran kali ini. Suasana silaturahmi tidak akan terjadi seperti biasanya, saling kunjung akan tergantikan dengan video call. Sungguh, kenikmatan yang tak terbayarkan dan sangat berharga yang baru kita syukuri pada masa pandemi ini,” ujarnya, dilansir dari sekolahguruindonesia.net, Sabtu (23/5/2020).

Berbicara tentang silaturahmi, mengingatkan Usman pada cerita sang guru tentang kehidupan semut. Di mana, mereka tetap saling bertegur sapa walaupun ada rasa tidak suka dengan temannya.

“Hal inilah yang memotivasi saya untuk senantiasa menjaga silaturahmi dengan siapapun. Termasuk di Sekolah Guru Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Ternyata, hal ini tak lepas dari kesenangan Usman dan rekan-rekan Aktivis NTB untuk menjaga silaturahmi. Usman kemudian menyampaikan 3 hal yang dirasakan saat kita menjalin silaturahmi:

1. Ikatan kekeluargaan yang kuat Mendatangkan kebahagian tersendiri ketika memiliki teman rasa keluarga yang senantiasa ada di saat kita membutuhkan.

2. Mendekatkan diri pada Allah
Menjalin hubungan baik adalah salah satu bentuk ketakwaan kita pada Sang Pencipta.

3. Membuka pintu rejeki
DIrasakan langsung saat berkunjung ke sanak saudara selalu ada buah tangan yang dibawa kembali.

Tiga hal inilah yang dirasakan oleh Usman dan rekan-rekan Aktivis NTB yang juga memotivasi untuk senantiasa menjaga silaturahmi.

“Walaupun telah mengetahui manfaat yang dirasakan, namun ada saja kendala dalam menjaga silaturahmi,” ujar Usman.

Silaturahmi, kata dia, terkadang terasa hampa. Pertemuan ada namun tidak mendatangkan makna apapun. Jika kita mengalami kendala ini, apa yang harus dilakukan? Usman pun membagi tips untuk sukses menjaga silaturahmi.

1. Menurunkan ego
Proaktif untuk menatap, tersenyum, dan menyapa lebih dulu.

2. Menghilangkan dengki
Ikut bahagia dengan kesuksesan orang lain, tidak sombong, dan tidak minder.

3. Menghargai perbedaan
Memahami karakteristik orang lain dan gunakan pendekatan yang disukai.

4. Menumbuhkan rasa kasih sayang
Senang berbagi baik dalam keadaan sempit maupun luas.

“Untuk senantiasa menjaga silaturahmi dalam keadaan apapun, tetap rendah hati, maafkan orang lain dan kembalikan semuanya pada Allah SWT,” kata Usman.

Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY