Melalui Dompet Dhuafa, OPPO gulirkan bantuan paket box sembako untuk masyarakat terdampak Corona, Kamis (30/4/2020). (Foto: dompetdhuafa.org)
Melalui Dompet Dhuafa, OPPO gulirkan bantuan paket box sembako untuk masyarakat terdampak Corona, Kamis (30/4/2020). (Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID TANGSEL – Melalui Dompet Dhuafa, salah satu merek ponsel cerdas asal Tiongkok, OPPO, menggulirkan bantuan paket box sembako untuk masyarakat terdampak Corona (Covid-19), Kamis (30/4/2020). Bantuan khusus disalurkan untuk para pasien TB MDR (multi-drug resistant tuberculosis).

Sebanyak 60 paket sembako diturunkan di shelter khusus pasien TB MDR milik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Meski berlokasi di Tangerang Selatan, anggota atau pasien TB di shelter tersebut hanya dari Tangerang atau Tangerang Selatan saja.

Pasalnya, shelter memberikan pelayanan sebagai tempat singgah sementara bagi para pasien TB MDR yang kurang mampu dan hendak melakukan pengobatan di RSUD Tangerang Selatan ataupun di Rumah Sakit lainnya.

Selain itu, juga sebagai wadah komunitas antarpasien TB MDR untuk saling menyemangati dan menciptakan lingkungan positif.

Melalui Dompet Dhuafa, OPPO gulirkan bantuan paket box sembako untuk masyarakat terdampak Corona, Kamis (30/4/2020). (Foto: dompetdhuafa.org)

Yuli Kuatia Ningsih, Manajer kasus TB MDR wilayah Tangerang Raya, yang juga PIC Shelter, mengatakan bahwa kebutuhan dan dampak Corona terhadap para pasien TB di masa pandemi lebih besar dibandingkan dengan masyarakat terdampak Corona lainnya. Jauh sebelum pandemi melanda, Indonesia sudah dibayangi oleh penyakit TB.

“Sebelum datang Corona ini, pasien TB sudah harus mendapatkan perhatian khusus. Selain itu juga, mereka sudah terdampak secara ekonomi dari penyakitnya. Tentu dengan hadirnya Covid-19, menambah dampak yang mereka alami,” ujar Yuli.

Dampak tersebut dirasakan dan diakui oleh Syahril (26) asal Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Ia mengaku telah kehilangan pekerjaannya sebagai marketing retail di perusahaan karena penyakit TB yang dideritanya. Dia kini berprofesi sebagai ojek daring.

“Itu saya di ojol juga harus menjaga jarak sama penumpang. Harus pakai masker, sarung tangan, helm. Barang pribadi saya yang lain tidak saya pinjamkan ke driver-driver ojol lainnya. Itu sudah saya lakukan sejak dulu sebelum adanya Corona”, cerita Syahril.

Melalui Dompet Dhuafa, OPPO gulirkan bantuan paket box sembako untuk masyarakat terdampak Corona, Kamis (30/4/2020). (Foto: dompetdhuafa.org)

Setelah adanya pandemi Covid-19, dengan diberlakukannya PSBB termasuk larangan ojek daring menarik penumpang, Syahril kehilangan lagi pekerjaannya.

Hal serupa juga dialami oleh Canda (34) asal Pamulang. Canda awalnya berprofesi sebagai sekretaris di perusahaan dan dosen di perguruan tinggi pariwisata di Jakarta. Setelah terserang penyakit TB, ditambah pandemi Covid-19, Canda kehilangan semua pekerjaannya.

Sementara, Kusdarwadi Istiawan selaku Program TB LKC, mengatakan bahwa pasien TB yang berada di golongan kurang mampu menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak Covid-19. Selain itu, mereka juga menjadi kelompok yang sangat rentan terinfeksi.

“Mudah-mudahan bantuan-bantuan untuk mereka tidak berhenti sampai ini saja. Karena, masih banyak pasien-pasien TB lainnya yang merasakan hal yang serupa yang dialami oleh saudara-saudara di shelter ini,” ujar Kusdarwadi.

Oleh: Muthohar
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY