Covid-19 membuat program reguler DD Sumsel terpaksa ditunda, sebagai bentuk mematuhi kebijakan pemerintah pusat dan Palembang. (Foto: DD Sumsel)

ZNEWS.ID PALEMBANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) Palembang bekerja dari rumah. Begitupun pelajar, mereka juga belajar dari rumah. Hal itu dilakukan guna menekan potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Sementara, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel) tetap aktif, karena harus melakukan aksi Cekal (Cegah Tangkal) Corona lewat tim Disaster Management Center (DMC).

Aksi berupa penyemprotan disinfektan  ini dilakukan di masjid, musala, perkantoran, sekolah, dan klinik. Baik itu di Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Musirawas.

Kendati begitu, harus diakui jika Covid-19 membuat program reguler DD Sumsel terpaksa ditunda, sebagai bentuk mematuhi kebijakan pemerintah pusat dan Palembang, serta kontribusi memutus penyebaran virus.

Sebut saja seperti dari bidang sosial dan dakwah DD Sumsel. Rumah Quran Dompet Dhuafa Sumsel terpaksa harus diliburkan mulai 23-27 Maret.

“Pada tanggal 24 Maret ini, harusnya digelar Munakosa atau ujian dan April wisuda. Tapi, terpaksa kita tunda jadi April semua,” ungkap Staf Divisi Sosial dan Dakwah DD Sumsel Ahabba Tholibin, Kamis (26/3/2020).

Selanjutnya, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa). Selama ini, Cordofa bekerja sama dengan manajemen Transmart Carrefour Palembang, soal khotib dan imam pada salat Jumat.

Teranyar, Pemkot telah mengimbau supaya masyarakat Palembang menganti Jumat dengan salat Zuhur sebagai upaya pencegahan virus Corona.

“Transmart Carrefour karena virus Corona, untuk sementara tidak menggelar dulu salat Jumat. Jadi, khatib dan imam yang harusnya bertugas ditunda,” ujarnya.

Sementara itu, dari bidang pendidikan,  Staf Divisi Pendidikan DD Sumsel Afrizal mengungkapkan, jika Penerima Manfaat Beasiswa Insan Madani (BIM) harusnya ada program Market Day atau belajar berjualan.

“Tadinya, kita mau gelar tanggal 23 Maret, tapi terpaksa ditunda,” ujarnya.

Begitupun tes psikotes SMART Ekselensia yang tadinya direncanakan 21 Maret, terpaksa harus tertunda dan masih digodok Divisi Pendidikan Pusat.

Begitupun program reguler Dompet Dhuafa Sumsel di bidang lain juga sama. Saat ini, Dompet Dhuafa Sumsel juga masih menunggu keputusan pemerintah. (zal)

LEAVE A REPLY