Banyak perubahan baik yang terlihat ketika KAWAN berkunjung ke sekolah dampingan secara bergilir. (Foto: makmalpendifikan.net)

ZNEWS.ID ASAHAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 017125 Binjai Serbangan merupakan satu dari sebelas sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI). SDN 017125 Binjai Serbangan terletak di kecamatan Air Joman kelurahan Binjai Serbangan Lingkungan 13, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.

SDN 017125 dikepalai oleh H. Ahmad Sabar. Untuk melihat sejauh mana keberlanjutan program yang sudah dirancang bersama, Konsultan Relawan (KAWAN) SLI Asahan menyusun jadwal kunjungan ke seluruh sekolah dampingan secara bergilir.

Banyak perubahan baik yang terlihat ketika KAWAN berkunjung ke sekolah tersebut. Perubahan baik yang paling terlihat di antaranya, adanya kantin kejujuran, jadwal berkunjung ke perpustakaan untuk siswa dan guru, pojok baca di setiap kelas dan buku jurnal baca siswa.

Berdasarkan hasil observasi, setiap penanggung jawab program sangat bertanggung jawab terhadap program yang sudah diamanatkan. Ketika berkeliling ke semua kelas, KAWAN merasa sangat takjub dengan pojok baca di kelas 2A.

Dari semua kelas yang dikunjungi, pojok baca yang penuh dengan siswa adalah pojok baca kelas 2A. Padahal, saat itu adalah jam istirahat. Ketakjuban tidak berhenti sampai disitu, 80 persen siswanya makan sambil membaca buku di kelas padahal guru kelasnya tidak sedang berada di kelas.

KAWAN pun iseng-iseng bertanya ke semua murid yang berada di kelas tersebut. “Siapa yang sudah membaca 3 buku?” semuanya mengangkat tangan. Kemudian, KAWAN bertanya lagi, “Siapa yang sudah membaca sepuluh buku?” terdengar ada salah satu murid yang nyeletuk, “Saya sudah lebih dari sepuluh buku,” ujarnya.

Mendengar hal itu, KAWAN memeriksa buku jurnal baca siswa dan hampir 80 persen siswa di kelas tersebut sudah membaca lebih dari sepuluh buku tanpa disuruh oleh guru.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Erna, guru kelas 2A, pelatihan yang diberikan oleh KAWAN SLI sedikit banyak memberi dampak positif terhadap cara mengajar dan mengelola kelas.

Erna juga menuturkan bahwa buku yang kita letakan di pojok baca sangat memengaruhi minat baca siswa. Terdapat beberapa trik yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa, di antaranya:

1. Ketersediaan buku.
2. Buku yang dipajang di pojok baca harus sesuai dengan jenjang kemampuan siswa.
3. Buku yang dipajang harus beragam.
4. Adanya jurnal baca.
5. Adanya program 15 menit berliterasi sebelum belajar.
6. Adanya target literasi yang ingin dicapai.
7. Adanya konfirmasi terkait apa yang siswa baca 3 orang perhari.
8. Adanya rolling buku untuk menghindari kejenuhan siswa.
9. Adanya reward yang tidak monoton diberikan kepada siswa yang sudah mencapai target literasi.

Ibu Erna juga mengatakan bahwa ada tantangan baru yang sedang dihadapi, yaitu banyak siswa yang belum terbiasa tampil di depan dan menceritakan kembali dengan bahasa mereka tentang apa yang sudah dibaca. Menurut Erna, kepercayaan diri siswa masih sangat kurang.

Karena minat baca siswa sudah meningkat, saat ini ia sedang merancang program di pojok baca yang tepat untuk menumbuhkan percaya diri siswa. Sebagai KAWAN, kami siap membantu untuk mendampingi. (makmalpendidikan.net)

LEAVE A REPLY