Ilustrasi work from home. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit Covid-19. Salah satunya dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).

Menurut Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Ada beberapa hal yang patut disimak dalam menerapkan work from home (WFH). Terutama jika dilakukan dalam waktu yang lama. Dilansir dari Vice.com, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Academies of Sciences, orang lanjut usia lebih rentan terpapar demensia akibat isolasi diri. Baik berbentuk social distancing dan karantina.

Dengan WFH, orang menjadi lebih sulit untuk membuat garis pembatas dunia kerja dan dunia pribadi. Bagi sebagian orang, WFH bisa mengurangi kekhawatiran berlebih atau perasaan stres. Namun, sebagian lagi tidak.

“Jika kamu memiliki banyak tuntutan baik dari pekerjaan dan keluarga, sementara kamu menjadikan tempat kerja kamu di rumah, tuntutan keluarga menjadi sangat penting. Dan, kamu diingatkan akan konflik itu,” kata Timothy Golden, Associate Professor (AP) Lally School of Management & Technology di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New YORK, dikutip dari BBC.com.

Walaupun demikian, jangan khawatir. Kamu bisa atasi masalah atau rasa kekhawatiran tersebut dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Darul mafasid muqaddamun ‘alaa jalbil mashaalih (menolak mudharat -bahaya- lebih di dahulukan dari mengambil manfaat). Jadi, dengan WFH, kita bisa antisipasi tertular dan giatkan lagi kegiatan keagamaan bersama keluarga. Baik mengaji, salat berjamaah, dan lainnya,” ujar Ahmad Fauzi Qosim, Dewan Penasihat Syariah Dompet Dhuafa, Rabu (18/3/2020).

Adanya perisitiwa ini, lanjutnya, menjadi renungan untuk kita semua akan kebesaran Allah. Dan, lemahnya makhluk termasuk kita. Sehingga, kita diingatkan oleh pesan nabi.

“‘ihfadzillaah yahfdzuk’. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu,” katanya.

Sementara, Maya Sita Darlina, psikolog yang juga General Manager Human Capital Dompet Dhuafa menjelaskan, selama WFH, kita bisa juga meningkatkan kembali quality time yang terpotong akibat sibuknya bekerja. Sebatas bertukar cerita, olahraga yang ringan, bercanda gurau bersama kakak-adik, dan lain-lain.

Sedangkan, bagi yang tinggal sendiri dan jauh dari keluarga, juga bisa melakukan berbagai kegiatan positif.

“Bagi yang tinggal di kos atau jauh dari rumah, bisa melakukan kegiatan positif tanpa harus merasa stres. Misalnya, membaca buku, mencari hobi baru seperti memasak, berkebun, dekor kamar, dan seterusnya,”terangnya.

Menulis, lanjut Maya, juga dapat menjadi salah satu self-therapy. Menuliskan semua perasaan atau pikiran akan membuat kita semakin mengenali diri sendiri.

Namun, kata Maya, yang paling utama dari semua itu ialah tetap berpikir positif. Bahwa segala hal dapat diatasi tanpa harus merasa pusing akan masalah yang ada. (fjr)

LEAVE A REPLY