Ilustrasi puasa. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Beberapa orang yang berhalangan puasa di bulan Ramadan seperti sakit, hamil, menyusui, safar, haid, dan nifas, memiliki kewajiban untuk mengganti puasanya dengan qadha. Bagaimana jika seseorang belum sempat melaksanakan qadha-nya, namun Ramadan berikutnya sudah tiba? Berikut beberapa penjelasan dari Ustaz Pranggono dari Corps Dai Dompet Dhuafa.

Pelunasan hutang puasa atau qadha dapat dilaksanakan di hari-hari selain yang diharamkannya berpuasa. Para ulama fikih sepakat, qadha puasa paling lambat harus dilaksanakan pada Syaban, yaitu sebelum masuknya bulan Ramadan berikutnya. Namun, ada beberapa yang berpendapat bahwa paling lambat adalah sebelum nisfu (pertengahan) Syaban.

Orang yang menunda qadha sampai datang Ramadan berikutnya, tentu tak terlepas dari dua hal. Yaitu karena adanya uzur syari dan tanpa adanya uzur syari.

Menunda dengan uzur syari misalnya karena sakit sepanjang tahun, masa kehamilan atau menyusui yang panjang hingga beberapa tahun, atau karena terus-menerus safar. Dalam kondisi tersebut, orang tersebut harus tetap melaksanakan qadha-nya setelah uzur-nya selesai.

Namun, jika tidak memiliki uzur syari, maka ia harus bertaubat kemudian tetap melaksanakan qadha-nya. Tidak hanya itu, ia juga memiliki tambahan konsekuensi yaitu membayar fidyah.

Ustadz Pranggono mencontohkan, Ramadan lalu, fulanah tidak berpuasa selama enam hari lantaran haid. Maka ia memiliki kewajiban qadha selama  enam hari.

Namun, si fulanah terus-menerus menunda kewajiban qadha-nya hingga tidak terasa ia telah memasuki bulan Ramadan berikutnya. Maka, yang harus ia lakukan adalah pertama bertaubat dan tidak akan mengulanginya lagi. Kedua, ia laksanakan kewajiban puasa Ramadan saat ini.

Karena haid, ia tidak berpuasa lagi selama enam hari di bulan Ramadan yang saat ini. Sehingga, ia memiliki tambahan qadha enam hari. Ketika Bulan Ramadan telah usai, maka yang harus ia lakukan adalah melaksanakan qadha selama 12 hari, dan juga membayar fidyah (memberi makan) kepada enam orang miskin sebagai konsekuensi meninggalkan qadha Ramadan sebelumnya. (mth)

LEAVE A REPLY