Dompet Dhuafa memberikan bantuan pada Munir agar dapat fokus mengabdi pada masyarakat dengan bantuan yang bermanfaat untuk aktivitasnya berjualan soto mie Bogor. (Foto: pelayanmasyarakat.org)

ZNEWS.ID BEKASI – Seorang penjual soto mie Bogor di daerah Situ Daun, Bekasi, Jawa Barat, memiliki aktivitas yang patut diteladani. Munir (34), biasa ia disapa, adalah seorang ayah dari 2 anak yang hidup sederhana di pinggiran kali Bekasi.

Selain berjualan soto mie, Munir aktif dalam kegiatan keagamaan seperti khatib Jumat, imam salat Tarawih, dan mengajar ngaji di musala Al-Asyiyah yang terletak di pinggiran kali Bekasi (tanah pengairan) yang sewaktu-waktu dapat terkena gusur.

Munir menjadi pengajar Alquran sudah hampir 11 tahun. Dia alumni santri pondok pesantren yang ada di Bogor. Pada 2008, Munir merantau ke Bekasi karena mendapat mandat dari gurunya yang juga mengajar Alquran di musala Al-Asyiyah Situ Daun.

Saat itu, kondiri fisik sang guru sudah renta dan lemah, sehingga tidak bisa mengajar dengan baik. Pada akhirnya, sang guru meninggal dunia, dan sampai sekarang, Munir melanjutkan perjuangan sang guru menjadi pengajar Alquran.

Dengan sukarela, ia mengajar anak-anak. Dia tidak membebankan untuk membayar biaya mengajar. Keinginannya hanya agar anak-anak di kemudian hari memiliki bekal untuk hidup dengan nilai-nilai Islami dan dapat membentengi diri dari hal-hal yg tidak bermanfaat.

Munir saat mengajar Alquran setelah Magrib di musala Al-Asyiyah Bekasi. (Foto: pelayanmasyarakat.org)

“Saya mendapat amanah dari guru saya untuk mengabdi di sini. Biar anak-anak bisa mengaji dan tahu nilai-nilai Islam,” ujar Munir, saat ditemui tim Dompet Dhuafa di musala Al-Asyiyah, Kamis (13/2/2020).

Anak-anak yang belajar Alquran rata-rata berasal dari keluarga menengah ke bawah. Orang tua mereka berprofesi sebagai tukang becak, pedagang asongan, bahkan pemulung. Tidak ada syarat tertentu untuk belajar mengaji bersama Munir, selagi mereka mau, sang ustaz dengan senang hati mengajar mereka.

“Rata-rata anak-anak di sini dari kalangan menengah ke bawah. Tapi, mereka tetap semangat belajar, karena tidak sedikit dari mereka yang ingin menjadi seorang ulama,” kata Munir.

Dalam kesempatan ini, Dompet Dhuafa hadir untuk memberikan bantuan pada Munir agar dapat fokus mengabdi untuk masyarakat dengan bantuan yang dapat bermanfaat untuk aktivitasnya berjualan soto mie Bogor.

“Harapannya, semoga ustaz Munir ini bisa sukses usaha soto dan berkah dalam mengabdi pada masyarakat sekitar,” ujar Fakhri, relawan Dompet Dhuafa. (adi)

LEAVE A REPLY