Warga Desa Sebot, Kecamatan Molot Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur melihat asap api yang muncul dari dalam bumi, Senin (10/2/2020). (Foto: ANTARA/ HO-Kepala Desa Sebot)

ZNEWS.ID KUPANG – Gundukan tanah diduga calon gunung berapi yang mengeluarkan api disertai asap pekat dan air panas muncul di Desa Sebot, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Sebot Zet Bessie mengatakan, fenomena alam munculnya api disertai asap pekat dan bau belerang dari dalam bumi mulai terjadi pada Minggu (9/2/2020), petang.

“Sampai sekarang api masih terus menyala dari dalam bumi di bekas longsoran di kali Dilak Belo yang berlokasi satu kilometer dari kawasan pemukiman penduduk,” kata Zet Bessie, Sabtu (15/2/2020).

Ia menuturkan, kejadian munculnya api merupakan peristiwa alam yang pertama kali terjadi di daerah itu. Lokasi munculnya api dan air panas dari dalam bumi itu, kata dia, berada jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Bau belerang sangat terasa di daerah itu selama sepekan ini.

Pemerintah Desa Sebot, ujar Zet Bessie, telah melaporkan peristiwa munculnya gunung berapi ini kepada Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Epy Tahun. Menurut dia, asap api semakin tebal dan pekat apabila di lokasi terjadi hujan lebat.

“Apabila terjadi hujan, maka asap yang yang muncul dari dalam bumi semakin pekat dan terlihat kecoklatan. Bahkan, berbagai jenis pohon dan tanaman di sekitarnya mati karena panas api yang muncul tersebut,” ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Sebot, Vinsen Besi, mengatakan bahwa selama sepekan terakhir sering terdengar bunyi letupan dari lokasi munculnya api di lereng kali Dilak Belo itu.

“Beberapa hari ini ada bunyi letupan dan gemuruh pada malam dan menjelang pagi hari dari lokasi munculnya asap api sehingga mencemaskan warga Desa Sebot,” kata Vinsen Besi.

Gas Biogenik

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr Herry Zadrak Kotta. (Foto: ANTARA/Benny Jahang)

Sementara itu, Ahli geologi Dr Herry Zadrak Kotta mengatakan bahwa Pulau Timor tidak memiliki sejarah adanya gunung berap. Sehingga, munculnya api dan asap dari dalam bumi di Desa Sebot, Kabupaten Timor Tengah Selatan diduga sebagai gas biogenik.

“Berdasarkan data yang kami miliki bahwa di Pulau Timor ini tidak pernah ada gunung berapi, sehingga fenomena munculnya api, asap, dan bau belerang di Desa Sebot diduga adalah gas biogenik,” kata Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Herry Zadrak Kotta, di Kupang, Sabtu (15/2/2020).

Menurut Herry, untuk menyatakan sebagai gunung berapi, perlu dilakukan pengukuran terhadap suhu air di sekitar tempat munculnya api di Desa Sebot, Kecamatan Molo Utara itu.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya akan segera ke lokasi munculnya api dan asap di Desa Sebot itu guna mengetahui secara pasti apakah memiliki potensi munculnya gunung berapi atau hanya sebagai gas biogenik.

Apabila akibat gas biogenik, lanjut Herry, pegunungan itu tentu memiliki nilai ekonomis, karena akan menjadi sumber gas bagi daerah itu.

“Apabila akibat gas biogenik, akan sangat bermanfaat untuk energi migas,” tegasnya.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu, yaitu berupa munculnya pijaran api. Namun, setelah dilakukan penelitian, ternyata hanya berupa gas biogenik. (ant)

LEAVE A REPLY