ZNEWS.ID BOGOR — Banyak orang miskin yang belum berani bercita-cita. Padahal, untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan bisa dimulai dari berani bercita-cita.

Cita-cita memberikan gambaran tentang perwujudan akan seperti apa masa depan kita. memiliki cita-cita, membuat kita fokus dan menumbuhkan daya juang untuk meraihnya.

Gerakan Ayo Bercita-Cita (GAB) sebagai gerakan yang sistematis dan efektif, salah satu ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan. GAB memudahkan (pemilik cita-cita) meraih sukses, sekaligus mengurangi distraksi akibat pornografi, narkoba, hoaks, dan sebagainya.

Mereka yang memiliki cita-cita memiliki potensi lebih untuk dapat meraih sukses. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki cita-cita akan memiliki potensi lebih untuk bermasalah, terlibat dalam kenakalan, bahkan kejahatan.

“Saat ini, jumlah penduduk semakin meningkat dan akses lapangan kerja semakin sulit. Apakah anak-anak kita akan siap menghadapinya? Kebanyakan tidak siap. Adanya kecenderungan remaja saat ini, terjerat oleh narkoba, seks bebas, dan kriminalitas,” ujar Zaim Uchrowi, pencetus Gerakan Ayo Bercita-Cita, (Selasa,14/01/2020)

Zaim menambahkan, tak sedikit anak-anak yang bermasalah saat remaja karena labil. Remaja labil, kata dia, karena tidak memiliki tujuan hidup.

“Karena itu, bercita-cita memberi tujuan hidup. Bercita-cita sejak kecil mencegah anak bermasalah dan memudahkan sukses,” terang Zaim.

Mengutip pernyataan Bung Karno, Parni Hadi, Inisiator dan Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika menyampaikan, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kita semua, kata Parni, didorong untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit.

“Mengapa itu penting? Tanpa cita-cita, tanpa harapan, dan tanpa impian, hidup tidak layak dijalani. Kita digerakkan oleh cita-cita dan gagasan. Semua bermula dari cita-cita dan gagasan. Saya ingin anak-anakku di Sekolah SMART Cibinong ini semua bercita-cita. Bebas, ingin menjadi presiden, bahkan orang terkenal,” tuturnya.

Parni lantas menyerukan, bercita-citalah, maka cita-cita akan membimbing Anda, mendorong Anda setinggi langit.

“Harus ibu-ibu dorong putra-putri untuk bercita-cita. Kita sebagai orang beragama, maka semua upaya kita lakukan dengan doa. Tapi, kita wajib punya cita-cita. Gagasan adalah awal karier perjuangan. Tanpa gagasan dan tanpa cita-cita, mau apa Anda? Ngambang hidup ini,” kata Parni bersemangat.

Sejalan dengan Gerakan Ayo Bercita-Cita, Sekolah SMART Cibinong sejak diwakafkan dari PT Solusi Bangun Indonesia (dulu PT Holcim Indonesia) kepada Yayasan Dompet Dhuafa Republika tahun 2011, telah meraih pencapaian yang patut dibanggakan.

Menginjak dasawarsa ke-2, Sekolah SMART Cibinong (SCC) berkeinginan meningkatkan kontribusinya dalam dunia pendidikan untuk menciptakan generasi berkualitas, berakhlaqul karimah, dan berjiwa entrepreneur dengan membuka program SMA yang terbuka bagi masyarakat luas, khususnya bagi warga Kabupaten Bogor.

“Small is Beautiful, kecil tapi cantik dan indah. Dan, saya tambah, Small is Beautiful and Powerfull, kecil, indah, dan kuat, itulah cita-cita. Semua bermula dari cita-cita. Saya tambah, Games (Gerakan Ayo Menulis Sekarang),” ujar Parni.

Parni ingin, di sekolah SSC ada Gerakan Ayo Menulis, dimulai dari guru-gurunya. Menulis itu, kata dia, menyenangkan. Menulis itu asyik, semua orang bisa menulis, tulislah cita-cita kalian.

“Saya ingin kita semua belajar menulis. Bangsa ini, menurut statistik, sedikit sekali melahirkan buku dibanding bangsa lain. Saya ingin SSC mulai Gerakan Ayo Menulis Sekarang (Games) digabung dengan Gerakan Ayo Bercita-Cita (GAB). Kegiatan hari ini bersejarah, kita mengukir sejarah. Ibu-ibu, bapak-bapak, tolong putra-putrinya dorong untuk bercita-cita dan menulis,” tutur Parni.

Sementara, Direktur Sekolah SMART Cibinong Wildan Hakim Mahardika mengatakan, Sekolah SMART Cibinong, sejak diwakafkannya telah melewati fase satu dasawarsa, dan akan memasuki fase dasawarsa yang kedua.

Karena itu, lanjut dia, untuk meningkatkan nilai kebermanfaatan di masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Klapanunggal, SCC membuka lebar peluang bagi anak-anak usia belajar untuk mendapatkan pendidikan yang memadai.

Terlebih, dengan diberlakukan sistem zonasi, membawa dampak bagi usia pelajar di Kecamatan Klapanunggal untuk bersaing dengan pelajar lainnya di kecamatan lain. Sebab, masih terbatasnya sekolah menengah atas yang tersedia di wilayah Kecamatan Klapanunggal. Sehingga, semakin menguatkan manajemen Sekolah SMART Cibinong untuk membuka program SMA.

“Harapan bagi PT Solusi Bangun Indonesia (dulu PT Holcim Indonesia) sebagai pewakif, tentu, Sekolah SMART Cibinong sebagai lembaga pendidikan yang berkiprah di dunia pendidikan, dapat berkembang dan memberi manfaat yang besar secara luas, khususnya bagi masyarakat sekitar sekolah. Dan, PT Solusi Bangun Indonesia siap bekerja sama dalam bentuk memberikan bantuan beasiswa bagi siswa SMA yang berprestasi untuk melanjutkan kuliah ke jenjang bangku kuliah,” terang Wildan. (fat)

LEAVE A REPLY