(Foto: cordofa.org)

Oleh: Muhammad Aris Alwi, Koordinator Respons Mualaf Dompet Dhuafa

ZNEWS.ID MANADO – Tepat pukul 06.00 WITA, beberapa waktu lalu, kami tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi dan mendapat sambutan hangat dari sahabat-sahabat pengurus Dompet Dhuafa Sulawesi Utara.

Pagi itu, kami langsung menuju komplek Al Aqsho, Desa Molas, Kecamatan Bunaken Daratan, Kota Manado, Sulawesi Utara. Tempat itu berjarak 15 km dari bandara, sehingga perlu melakukan perjalanan selama 45 menit.

Sepanjang perjalanan, hati saya bertanya-tanya, sudah hampir 5 km jarak tempuh tapi belum melihat satu pun Masjid. Semakin kendaraan melaju jauh, saya masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Bahkan, hingga sampai di tujuan kami, pertanyaan itu masih bersemayam dalam benak.

Tiba di masjid Al Aqsho, kami langsung mendapat sambutan dari Ustaz Juwaeni, seorang tokoh agama sekaligus imam besar masjid setempat. Beliau sudah mengabdikan diri sejak 15 tahun lalu.

Baginya, pahit dan manis tinggal di kawasan minoritas muslim sudah hal yang biasa, karena sebelum beliau diangkat menjadi imam masjid, beliau pernah menjadi guru ngaji di daerah yang lebih kecil.

Tidak terasa, waktu sudah menghampiri Zuhur. Kami pun menunaikan salat Jumat, namun sedikit menyedihkan karena jemaah masih sedikit. Juwaeni meminta saya untuk menjadi khatib. Saat saya sedang berkhutbah, perlahan-lahan, masjid mulai dipenuhi oleh jemaah.

Selepas itu, kami rapat bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Utara yang dinahkodai oleh Silva, dibantu dengan 3 orang, di antaranya Nur Amalia, Mulhim, dan Nona Juliet. Dalam rapat tersebut, Juwaeni membahas rinci terkait peresmian PMI DD yang akan digelar esok harinya.

Pada Sabtu, (28/12/2019), acara peresmian Pesantren Mualaf Indonesia (PMI) DD digelar. Pembukaan rangkain acara oleh Nur Amalia, kemudian pembacaan Alquran oleh salah seorang dari perkumpulan Tuna Netra Manado.

Setelah itu, dilanjut dengan sambutan oleh Pincab DD Sulut, Silva Ellong, sambutan dari kepala lingkungan setempat, dan puncak sambutan disampaikan oleh Juperta Panji Utama selaku GM Dakwah, Budaya, dan Layanan Masyarakat (BDLM) Dompet Dhuafa. Turut memberikan sambutan pimpinan YBM PLN, Departemen Agama setempat, dan ditutup dengan doa oleh ketua MUI Molas Bunaken.

Setelah rangkaian sambutan selesai, tiba waktunya penyematan Amanah kepada Ustaz Muhammad Juwaeni, S.Pd.I sebagai Mudir PMI DD di  Manado. Penyematan tersebut dilakukan oleh Juperta Panji Utama.

Sedangkan pemotongan pita peresmian dilakukan oleh Hj Irma Hunta SAg, Kakanwil Depag Sulut. Saya bersama tamu undangan pun turut mendampingi beliau saat pemotongan pita tersebut. Peresmian PMI DD ini terselenggara atas kerja sama Dompet Dhuafa dan yayasan Baitul Mal PLN Sulawesi Utara (YBM PLN).

Dalam acara peresmian tersebut, dihadiri oleh Polda Sulut Ibu AKBP H Heriati yang juga merupakan pemerhati mualaf dan 136 orang lainnya, di antaranya terdapat 30 orang mualaf dari beberapa kampung setempat.

Dipilihnya Desa Molas Bunaken sebagai pusat PMI DD di Manado karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, wilayah ini sangat strategis dijangkau oleh para mualaf, baik dari daratan maupun kepualauan.

Semoga, dengan adanya PMI DD di Manado ini menjadi wadah untuk memperdalam ilmu ke-Islaman kepada seluruh mualaf yang ada di Sulawesi Utara, khususnya di Manado. (cordofa.org)

LEAVE A REPLY