Oleh: Ustaz Talqis Nurdianto, Lc MA (Kandidat Gelar PhD Universiti Sains Islam Malaysia)

ZNEWS.ID MALAYSIA – MENDENGAR kata surga, sontak kita berdoa, “Ya Allah, jadikanlah kami ahli surga”. Setiap kita yang hidup di dunia mengidam-idamkan surga di akhirat kelak. Sekalipun orang yang berdosa, saat dibangkitkan dari kematiannya juga ingin masuk surga. Tidak terkecuali, perempuan.

Baik lelaki atau perempuan, pemuda atau pemudi, muda atau tua, dan kaya atau miskin, memiliki hak sama untuk mendapatkan surga Allah, dengan rahmat-Nya.

Setiap yang terlahir, bernyawa, pasti akan mati (QS. Ali Imran: 185). Termasuk kita yang hidup sekarang, pasti akan mati, meskipun bersembunyi dalam banker yang kokoh dan dalam (QS. an-Nisa: 78). Kembalinya kita kepada Allah adalah akhir perjalanan hidup setelah empat fase perjalanan kita lewati (QS. al-Baqarah: 28).

Perempuan yang dirindui surga adalah peluang bagi siapa saja dan di mana saja bisa mendaptkan surga Allah. Yaitu, dengan melakukan amalan di dunia, maka surga di akhirat akan didapatinya.

Oleh karenanya, nasihat ini disampaikan Rasulullah SAW kepada para perempuan dunia, karena dunia tempat menanam dan di akhirat memanennya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Jika seorang perempuan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya (kemaluannya), dan menaati suaminya, maka (di hari kiamat) dikatakan padanya, masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu mau.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban). (DDHK)

LEAVE A REPLY