IAEI: Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majidi (kedua dari kanan) dengan para ahli ekonomi syariah di arena Mukamar IV IAEI

ZNEWS.ID JAKARTA — Wakil Presiden RI terpilih KH Ma’ruf Amin mendorong dan mengusung Menteri Keuangan Dr Sri Mulyani Indrawati menjadi Ketua Umum Ikatan Ahli Ekononi Islam Indonesia (IAEI). Ia dijagokan untuk menggantikan Prof Dr Bambang Brodjonegoro yang sudah menjadi ketua umum dua periode.

“Dari sekian nama yang paling tepat adalah ibu Sri Mulyani yang menjafi ketua umum IAEI,” ungkap KH Ma’ruf Amin saat menberikan Sambutan dalam High Level Disscussion, menjelang Muktamar IAEI di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Muktamar IAEI sendiri baru akan dibuka nanti malam yang rencananya oleh Presiden Joko Widodo. Tapi Kyai Ma’ruf Amin sudah mengusung jagonya, ekonom Sri Mulyani, dan mendapatkan respon positif dari peserta Muktamar dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ma’ruf mengatakan bahwa IAEI perlu dipimpin oleh orang-orang yang mempunyai visi ke depan dan semangat untuk melakukan edukasi di bidang ekonomi syariah. Ma’ruf Amin juga sempat menyebut nama Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang bakal habis masa jabatannya.

“Pak Bambang kelihatannya sudah dua kali memimpin, oleh karena itu menurut beliau nggak mungkin menjadi tiga kali. Karena itu akan merubah anggaran dasar, tidak etis. Oleh karena itu beliau tidak bersedia,” katanya.

Ma’ruf mengatakan, beberapa orang yang kompeten lainnya juga dinilai tak bersedia. Dirinya pun berkonsultasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Dari situlah nama Sri Mulyani kemudian sebut sebagai yang paling cocok memimpin IAEI menggantikan Bambang Brodjonegoro.

“Dari berbagai konsultasi yang dari beberapa tokoh dan beberapa pihak, Pak Gubernur BI dan Wimboh, Halim Alamsyah, ternyata mereka bahwa yang paling tepat pimpin IAEI adalah Ibu Sri Mulyani,” kata Ma’ruf yang langsung disambut tepuk tangan peserta muktamar.

“Mudah-mudahan ini jadi suatu kesepakatan. Mudah-mudahan dalam IAEI ini menjadi motor penggerak, membuat lembaga-lembaga syariah berkembang,” tutup Ma’ruf.

IAEI sendiri merupakan organisasi para akademisi dan praktisi untuk melakukan pengkajian, pengembangan, pendidikan, dan sosialisaasi Ekonomi Islam.

Sri Mulyani dalam high level discussion memaparkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ia pun memaparkan pengalamannnya mendesain dan meluncurkan Surat Berharga Stariah Negara  (SBSN) yang sempat menimbulkan pro dan kontra.

Sri sebagai Menkeu saat itu tetap konsisten dan akhirnya Indonesia metupakan salah satu negara penerbit sukuk terbesar. Bahkan Indonesia kini menjadi negara yg memiliki Green Sukuk yang terbesar di dunia.

Mengapa ekonomi syariah pertumbuhannya lambat? Sri menilai bahwa salah satunya adalah sumber daya manusia. “Kita perlu meningkatkan SDM kita,”ujarnya. Ia menyebut visi Indonesia saat ini menyiapkan SDM-SDM unggul.

Selain Sri Mulyani, menjafi narasumber High Level Discussion adalah Ketua OJK Dr Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonedia Perry Warjiyo. (gun)

LEAVE A REPLY